"Rumah pohon" yang dihuni keluarga Budiyanto di Plesungan, Gondangrejo, Karanganyar, Rabu (13/12/2017). (Ponco Suseno/JIBI/Solopos) "Rumah pohon" yang dihuni keluarga Budiyanto di Plesungan, Gondangrejo, Karanganyar, Rabu (13/12/2017). (Ponco Suseno/JIBI/Solopos)
Jumat, 15 Desember 2017 18:15 WIB Ponco Suseno/JIBI/Solopos Karanganyar Share :

Satu Keluarga Karanganyar Tinggal di Tengah Hutan Segera "Direlokasi"

Pemerintah mengurusi kelangsungan pendidikan anak penghuni “rumah pohon” di Karanganyar.

Solopos.com, KARANGANYAR – Jajaran Pemerintah Kecamatan Gondangrejo Kabupaten Karanganyar siap merelokasi penghuni “rumah pohon” di Plesungan, Kecamatan Gondangrejo, dalam waktu dekat.

Mereka juga meyakini sejumlah sekolah dasar (SD) di Plesungan dan sekitarnya juga siap menampung anak penghuni “rumah pohon” di “tengah hutan” Plesungan yang sudah putus sekolah.

Hal itu diungkapkan Camat Gondangrejo, Junaidi, saat ditemui solopos.com di Plesungan, Kamis (14/12/2017). (baca: Satu Keluarga Karanganyar Tinggal di Tengah Hutan Berkawan Kalajengking dan Kelabang)

Sebagaimana diketahui, warga Plesungan, Budiyanto, beserta istri dan kedua anak mereka tinggal di rumah panggung terbuat dari bambu sejak enam bulan terakhir. Kondisi “rumah pohon” yang berada di “tengah hutan” milik PT Samijaya di Gondangrejo itu memprihatinkan.

Selain tak didukung lampu penerangan memadai, “rumah pohon’ itu jauh dari keramaian. Kedua anak Budiyanto, yakni Risma Ayu Soraya, 9, dan Redi Gebi Hidayat, 8, terpaksa tak melanjutkan sekolah karena kondisi ekonomi Budiyanto kurang mampu. Sebagai pengumpul rongsok, pendapatan Budiyanto setiap hari rata-rata Rp30.0000.

“Saat ini forum koordinasi pimpinan kecamatan (forkompinca) di Gondangrejo sedang mencarikan lahan yang pas untuk keluarga Pak Budiyanto. Rencana awal berada di Kalikebo. Saya pribadi juga belum mengetahui lahan yang akan ditempati seperti apa. Prinsipnya, lahan itu harus jelas asal-usulnya. Kalau semuanya lancar, kami berharap dapat merealisasikan rencana itu di bulan ini [Desember 2017],” kata Junaidi.

Selain mencarikan lahan untuk keluarga Budiyanto, lanjut Junaidi, Forkompinca Gondangrejo juga akan mencarikan solusi terkait pendidikan kedua anak Budiyanto. Diharapkan, kedua anak Budiyanto dapat kembali bersekolah di SD terdekat atau SD yang dikehendaki keluarga Budiyanto.

“Kedua anak Pak Budiyanto itu saat ini memang tak sekolah. Padahal, pendidikan itu sangat penting. Kami pun berharap keduanya segera sekolah lagi. Sejumlah SD di Plesungan juga sudah siap menampung kedua anak Budiyanto itu. Persoalannya, Pak Budiyanto sendiri belum bersedia menyekolahkan anaknya karena tak memiliki duit. Langkah pertama yang kami lakukan nanti melakukan pendekatan ke Pak Budiyanto agar yang bersangkutan mau pindah tempat dan mau menyekolahkan anaknya lagi,” katanya.

Hal senada dijelaskan Kepala Desa (Kades) Plesungan, Waluyo. Pemerintah desa (pemdes) sudah sangat peduli dengan memberikan bantuan ke keluarga Budiyanto. (baca pula: Terkuak, Ini Alasan Satu Keluarga Karanganyar Tinggal di Tengah Hutan)

“Yang membuatkan rumah itu kami . Kami tak bisa memberikan bantuan rumah tak layak huni [RTLH] karena yang bersangkutan sudah tidak menjadi warga Plesungan secara administrasi [pindah ke Kragan]. Kami juga sudah berharap, anak-anak Budiyanto segera sekolah lagi,” katanya.

Pamong desa lainnya di Plesungan, Supardi, mengatakan kedua anak Budiyanto pernah mengenyam dunia pendidikan di SDN 1 Plesungan.

“Kami siap membantu anak-anak itu agar sekolah lagi di SDN 1 Plesungan. Kendala yang dihadapi, bapaknya yang belum mau menerima tawaran itu. Memang butuh pendekatan personal,” katanya.

 

lowongan pekerjaan
PT.SEJATI CIPTA MEBEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Koes Plus dalam Peta Musik Indonesia

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (08/01/2018). Esai ini karya Lardianto Budhi, guru Seni dan Budaya di SMAN 1 Slogohimo, Wonogiri. Alamat e-mail penulis adalah s.p.pandamdriyo@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada Jumat, 5 Januari 2018, Yon Koeswoyo tutup usia. Beberapa tahun sebelumnya…