Mudhofir Abdulllah Mudhofir Abdulllah
Jumat, 15 Desember 2017 06:00 WIB Kolom Share :

GAGASAN
Solusi Kemanusiaan untuk Jerusalem

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (13/12/2017). Esai ini karya Mudhofir Abdullah, Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah mudhofir1527@gmail.com.

Solopos.com, SOLO–Pernyataan sepihak Presiden Amerika Serikat Donald Trump atas Jerusalem sebagai ibu kota Israel yang disampaikan Rabu (6/10) pekan lalu bagai petir di siang bolong.

Trump dengan sangat tegas menyampaikan isu yang sangat sensitif ini, sebuah isu yang tidak pernah berani disampaikan oleh presiden-presiden sebelumnya. Mengapa sensitif? Jerusalem adalah kota tiga agama yang selama ini berada dalam konflik dan damai.

Jerusalem juga menjadi pusat percaturan politik dunia sejak Israel mendirikan negara Yahudi di sana pada 1948. Pengakuan Trump atas Jerusalem sebagai ibu kota Israel bisa menyulut konflik baru yang berkepanjangan.

Dalam pidatonya di Gedung Putih Trump menyatakan sudah saatnya mengakui secara resmi Jerusalem sebagai ibu kota Israel.  Pernyataan ini dianggap oleh para pengamat Timur Tengah sebagai pernyataan perang terhadap perdamaian dunia.

Setelah pernyataan itu mengemuka demonstrasi umat Islam merebak di mana-mana. Kecaman-kecaman dari pemerintahan berbagai negara—termasuk pemerintah Indonesia sebagaimana disampaikan Presiden Joko Widodo—juga bermunculan.

Selanjutnya adalah: Dunia tampaknya bersatu menentang pernyataan Trump

lowongan pekerjaan
PT. INDUKTORINDO UTAMA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Mencari Alamat Bahasa Indonesia

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (06/01/2018). Esai ini karya Na’imatur Rofiqoh, ”pemukul” huruf dan juru gambar yang tinggal di Solo. Alamat e-mail penulis adalah naimaturr@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Bahasa Indonesia tidak lagi beralamat di Indonesia. Indonesia malah jadi tempat…