Sekretaris MUI Sragen Muh. Fadlan (berpeci hitam) menyerukan takbir diikuti ribuan orang dalam aksi damai bela Palestina di Alun-Alun Sasana Langen Putra Sragen, Jumat (15/12/2017). (Tri Rahayu/JIBI/Solopos) Sekretaris MUI Sragen Muh. Fadlan (berpeci hitam) menyerukan takbir diikuti ribuan orang dalam aksi damai bela Palestina di Alun-Alun Sasana Langen Putra Sragen, Jumat (15/12/2017). (Tri Rahayu/JIBI/Solopos)
Jumat, 15 Desember 2017 16:35 WIB Tri Rahayu/JIBI/Solopos Sragen Share :

DEMO SRAGEN
Wabup Dedy Bergabung dengan MUI dan Ribuan Orang dalam Aksi Damai Bela Palestina

Ribuan orang dari sejumlah ormas Islam di Sragen mengadakan aksi damai untuk membela rakyat Palestina.

Solopos.com, SRAGEN — Ribuan orang dari sejumlah organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam di Bumi Sukowati menggelar aksi damai untuk Palestina di Alun-alun Sasana Langen Putra Sragen, Jumat (15/12/2017) siang. Aksi dipimpin para pimpinan ormas Islam dan dikawal 278 personel Polres Sragen.

Peserta aksi di antaranya dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sragen, Front Pembela Islam (FPI) Sragen, Muhammadiyah Sragen, Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) Sragen, Hidayatullah Sragen, Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), Forum Umat Islam (FUI) Sragen, dan ormas lainnya.

Wakil Bupati (Wabup) Sragen Dedy Endriyatno turut berorasi dalam aksi damai tersebut. Dalam orasinya, politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sragen itu menyatakan dukungan atas kemerdekaan Palestina.

Dedy menilai Presiden Amerika Serikat Donald Trump bodoh ketika menyatakan Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel. “Pernyataan Trump itu mencederai umat dunia. Kita sudah sering mendengar tangisan perempuan dan anak Palestina yang dibantai Israel. Kita mendukung Palestina merdeka. Ini merupakan panggilan kemanusiaan. Ini menunjukkan kekuasaan Allah bahwa gara-gara Trump umat dunia bersatu menentang Amerika,” ujar Dedy.

Sekretaris MUI Sragen Muh. Fadlan mengajak seluruh elemen umat Islam bersatu di bawah payung MUI memanjatkan doa untuk keselamatan dan membela Palestina dari tangan-tangan orang-orang kafir. “Saya berdiri di sini untuk melaksanakan instruksi dan amanat Ketua MUI Sragen K.H. Ma’ruf Amin. Ulama kita bersedih, menangis, dan menjerit, kenapa saudara-saudara kita di Palestina menderita,” ujarnya.

Fadlan menyatakan aksi damai ini sebagai sarana menyatukan umat, bersama-sama satu hati untuk membela saudara-saudara di Palestina. “MUI yakin dan percaya, doa-doa kita didengar Allah,” tambahnya.

Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sragen, Dodok Sartono, mengajak umat Islam untuk memboikot produk-produk Israel. Dia mengatakan selama ini yang menghidupi kaum Israel adalah orang Islam yang membeli produk-produk mereka. Dodok sempat menyebut beberapa merek tertentu yang dianggap sebagai produk Israel.

“Hanya dengan satu produk saja, ada Rp2 triliun uang Indonesia yang dibawa ke negara Yahudi. Mari kita lemahkan Yahudi agar tidak bisa membeli senjata. Jangan beli produk-produk Yahudi. Aksi kali ini menunjukkan keberpihakan kita dan sikap kita untuk Palestina,” tambahnya.

Di bagian akhir, Ketua FPI Sragen Mala Khunaefi mengumumkan jumlah infak yang dihimpun Lembaga Amil Zakat Infak dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) Sragen dalam aksi tersebut sebanyak Rp63.954.000. Semua dana infak tersebut akan disalurkan kepada rakyat Palestina.

Kapolres Sragen AKBP Arif Budiman menyampaikan pemberitahuan aksi ini ke Polres diikuti sebanyak 10.000 orang. Arif melihat sendiri dan memperkirakan jumlah peserta aksi damai untuk Palestina itu sekitar 2.000 orang.

“Kami menerjunkan 278 personel untuk mengamankan jalannya aksi ini. Kami atas nama Polres Sragen berterima kasih kepada seluruh elemen yang tertib dan tidak mengganggu kepentingan umum dalam aksi damai tersebut,” tuturnya.

lowongan pekerjaan
SMK CITRA MEDIKA SRAGEN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Koes Plus dalam Peta Musik Indonesia

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (08/01/2018). Esai ini karya Lardianto Budhi, guru Seni dan Budaya di SMAN 1 Slogohimo, Wonogiri. Alamat e-mail penulis adalah s.p.pandamdriyo@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada Jumat, 5 Januari 2018, Yon Koeswoyo tutup usia. Beberapa tahun sebelumnya…