Bupati Sleman Sri Purnomo saat meresmikan ruas jalan yang dipasangi konblok di Dusun Pikgondang, Condongcatur, Depok pada Rabu (13/12/2017). (Harian Jogja/ Sekar Langit Nariswari) Bupati Sleman Sri Purnomo saat meresmikan ruas jalan yang dipasangi konblok di Dusun Pikgondang, Condongcatur, Depok pada Rabu (13/12/2017). (Harian Jogja/ Sekar Langit Nariswari)
Kamis, 14 Desember 2017 17:20 WIB Sekar Langit Nariswari/JIBI/Harian Jogja Sleman Share :

Proyek Konblok Pikgondang Belum Sepenuhnya Padat Karya

Pemasangan konblok dilakukan di dua ruas jalan dengan total panjang 150 meter

Solopos.com, SLEMAN-Proyek pemasangan konblok dengan memanfaatkan Dana Desa (DD) diresmikan di Pikgondang, Condongcatur, Depok pada Rabu (13/12/2017). Pengerjaannya sendiri masih belum sepenuhnya dikerjakan warga, melainkan memanfaatkan jasa pihak ketiga.

Pemasangan konblok dilakukan di dua ruas jalan dengan total panjang 150 meter. Proyek ini menggunakan anggaran DD sebanyak Rp78 juta dan swadaya dari masyarakat sekitar Rp58 juta. Selain itu, dipasang pula resapan air hujan (RAH) sedalam enam meter di setiap 50 meter ruas jalan itu untuk mengantisipasi banjir dan hujan berkepanjangan. Total, terdapat enam unit RAH yang dipasang di Jl Sawit dan Jl Kemuning itu.

Bupati Sleman Sri Purnomo mengatakan, dana dari pemerintah pusat ini berarti sudah sukses dijadikan stimulan bagi masyarakat. “Untuk membangun jalan ini ada berapa persen dana desa, sisanya masyarakat sesuai kemampuan jadinya programnya sukses,” katanya ditemui di lokasi.

Dengan ikut berperan serta, masyarakat dinilai akan merasa memiliki dan berupaya menjaga infrastruktur yang sudah dibangun untuk agar lebih tahan lama. Terkait proses pengerjannya yang sifatnya belum padat karya dan malah diserahkan ke pemborong, Sri mengatakan tentunya ada pertimbangan tersendiri dari masyarakat setempat. Untuk Dusun Pikgondang, ia menilai tingkat penganggurannya sangat rendah sehingga tidak masalah jika diserahkan ke pihak ketiga. Apalagi hal ini juga dilakukan dengan pertimbangan dari segi kualitas proyek dan kondisi masyarakat.

Sementara itu, Ketua Panitia Pembangunan Dusun Pikgondang FX Sardiyono mengatakan, dana swadaya masyarakat dikumpulkan dari sekitar 70 KK yang berdiam di lokasi itu. “Dana desa Rp78 juta, sisanya sukarela dari warga,” terangnya kepada wartawan.

Ruas jalan yang sebelumnya berupa aspal itu dirasa perlu dijadikan konblok karena lebih bisa menyerap air hujan dan mudah perawatannya. Dikatakan pula pengerjaan proyek fisik ini menggunakan jasa pihak ketiga untuk masalah teknisnya. Pertimbangannya, agar kekuatan dan kualitas jalannya tetap terjaga dibandingkan semata mengandalkan kemampuan masyarakat setempat. Untuk pengerjaannya tetap dilakukan warga sesuai jadwal selama tiga pekan.

Bupati juga kemarin meresmikan proyek pengaspalan di Babadan Baru, Condongcatur, Depok dengan biaya sebesar Rp293 juta dari Bantuan Keuangan Khusus (BKK) dan swadaya masyarakat. Selain itu, pembangunan yang juga diresmikan ialah gedung budaya di Kantor Kecamatan Depok yang dibangun dengan APBD 2017 senilai Rp764,3 juta.

lowongan pekrjaan
Akuntansi, Administrasi,Marketing,Tehnisi ,Gudang/Driver, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Koes Plus dalam Peta Musik Indonesia

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (08/01/2018). Esai ini karya Lardianto Budhi, guru Seni dan Budaya di SMAN 1 Slogohimo, Wonogiri. Alamat e-mail penulis adalah s.p.pandamdriyo@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada Jumat, 5 Januari 2018, Yon Koeswoyo tutup usia. Beberapa tahun sebelumnya…