Enam grand finalis TVKI 2017 (Instagram @thevoicekidsgtv) Enam grand finalis TVKI 2017 (Instagram @thevoicekidsgtv)
Kamis, 14 Desember 2017 16:10 WIB Chelin Indra Sushmita/JIBI/Solopos.com TV Plus Share :

Malam Ini, 6 Gadis Berbakat Bersaing Ketat di Grand Final TVKI 2017

Enam gadis berbakat bersaing ketat di grand final TVKI 2017.

Solopos.com, SOLO – Ajang pencarian penyanyi berbakat untuk anak-anak, The Voice Kids Indonesia (TVKI) season 2, memasuki tahap akhir. Enam kontestan dari tiga tim yang telah lolos dari babak semifinal pekan lalu bakal kembali bersaing di malam grand final, Kamis (14/12/2017).

Enam gadis cantik bersuara merdu memperebutkan gelar juara pada babak grand final TVKI 2017. Keenam gadis tersebut adalah Kimberly dan Vitara dari tim Bebi Romeo, Anneth dan Sharla dari tim Agnez Mo, dan dari pihak Tulus diwakili oleh Anggis dan Tiara.

Tiara merupakan gadis berusia 12 asal Malang, Jawa Timur, yang mewakili tim Tulus. Dia bakal menyuguhkan penampilan maksimal demi menjadi penyanyi terkenal dan mewujudkan keinginan mendiang ibundanya.

Sama seperti Tiara, rekan satu timnya, Anggis, juga mengikuti ajang TVKI 2017 untuk membahagiakan orang tuanya. Gadis asal Pulau Dewata, Bali, ini telah membuktikan kemampuannya sejak kompetisi dimulai. Kini, dengan bekal dukungan dari orang tua, dia siap bersaing demi menjadi jawara TVKI season 2.

Grand finalis TVKI 2017 dari tim Tulus (Instagram @thevoicekidsgtv)

Grand finalis TVKI 2017 dari tim Tulus (Instagram @thevoicekidsgtv)

Jagoan dari tim Bebi, Vitara yang berusia 14 tahun ini memiliki kisah unik. Kemampuan olah vokal gadis asal Medan, Sumatra Utara, itu pernah diragukan oleh sang ayah. Namun, kini telah membuktikan kemampuannya kepada sang ayah melalui ajang TVKI 2017.

Agar meraih gelar juara, Vitara harus mengalahkan saingannya, Kimberly, yang selalu tampil memukau. Kimberly selalu bernyanyi penuh semangat dan membuat penonton berdecak kagum. Bukan hanya ingin menampilkan yang terbaik saja, dia juga memiliki keinginan membanggakan mendiang ayahnya.

Grand finalis TVKI 2017 dari tim Bebi Romeo (Instagram @thevoicekidsgtv)

Grand finalis TVKI 2017 dari tim Bebi Romeo (Instagram @thevoicekidsgtv)

Sementara kontestan dari tim Agnez Mo juga tak kalah keren. Di babak grand final ini, Agnez Mo memiliki dua anak didik bersuara emas, yakni Anneth yang dijuluki little rock star, dan Sharla si Srikandi Jombang. Anneth yang berasal dari Manado, Sulawesi Utara, memiliki darah seni dari sang ayah yang juga seorang penyanyi. Namun, hal itu tak membuatnya terlena dan tetap bersemangat menimba ilmu selama berlatih dengan Agnez Mo.

Senada dengan Anneth, Sharla asal Jombang, Jawa Timur, pun giat berlatih. Penampilan yang selalu menuai pujian tak membuatnya berpuas diri. Dia terus membuktikan kemampuan olah vokalnya yang luar biasa. Semangat Sharla yang luar biasa ini membuatnya mendapat dukungan penuh dari penyanyi top, Maher Zain.

Grand finalis TVKI 2017 dari tim Agnez Mo (Instagram @thevoicekidsgtv)

Grand finalis TVKI 2017 dari tim Agnez Mo (Instagram @thevoicekidsgtv)

Pada musim sebelumnya, babak grand final dibagi dalam dua tahap. Tahap pertama, keenam peserta akan menyajikan penampilan terbaik guna mengumpulkan polling SMS tertinggi. Selanjutnya satu peserta dari setiap tim yang mendapat SMS tertinggi akan tampil kembali di tahap kedua.

Di tahap kedua, ketiga peserta yang telah terpilih kembali menyuguhkan penampilan terbaik guna memperebutkan gelar jawara The Voice Kids Indonesia 2017. Malam ini merupakan kali pertama bagi para coach tidak bisa menyelamatkan anak didik mereka. Semua keputusan berada di tangan penggemar yang mengirimkan dukungan melalui SMS maupun aplikasi The Voice Kids Indonesia yang bisa diunduh di Google Play Store atau App Strore.

Lantas, seperti apakah penampilan keenam peserta malam ini? Dukung dan saksikan penampilan jagoan Anda di grand final TVKI 2017 yang disiarkan langsung GTV malam ini mulai pukul 18.00 WIB.

 

lowongan pekerjaan
PT. BUMI AKSARA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Koes Plus dalam Peta Musik Indonesia

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (08/01/2018). Esai ini karya Lardianto Budhi, guru Seni dan Budaya di SMAN 1 Slogohimo, Wonogiri. Alamat e-mail penulis adalah s.p.pandamdriyo@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada Jumat, 5 Januari 2018, Yon Koeswoyo tutup usia. Beberapa tahun sebelumnya…