Lukmono Suryo Nagoro Lukmono Suryo Nagoro
Kamis, 14 Desember 2017 03:00 WIB Kolom Share :

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com.

Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite politik tidak hanya kaum birokrat dan tentara sebagaimana pada masa Orde Baru. Pada masa reformasi muncul new class yang sebelumnya kurang diperhitungkan, yaitu pengusaha.

Membahas asal elite politik pada masa sekarang akan sampai pada pemahaman kelompok pengusaha lebih mendominasi jika dibandingkan kelompok birokrat dan tentara. Presiden dan wakil presiden sekarang dijabat pengusaha, ketua DPR berlatar pengusaha, ketua MPR berlatar pengusaha, dan ketua DPD juga pengusaha.

Berdasarkan kenyataan tersebut tidaklah salah ada pandangan kritis bahwa demokrasi Indonesia dikuasai oleh oligarki. Ciri utama oligarki adalah berkuasa melalui kekuatan uang. Hanya politikus yang berduit yang dapat memperoleh kekuasaan. Rakyat yang tanpa uang cukup ada di pinggiran saja.

Alat kekuatan utama dalam sistem yang oligarki adalah kekayaan. Salah satu oligark–sebutan bagi mereka yang mengendalikan dan mengakumulasi kekayaan paling banyak–di Indonesia adalah Setyo Novanto yang saat ini menjadi tersangka karena kasus korupsi dana pengadaan kartu tanda penduduk elektronik.

Para politikus yang menjabat sekarang tidak malu-malu lagi bicara soal mahar dalam kontestasi politik dengan nilai mencapai miliaran rupiah. Itu untuk menjadi kepala daerah maupun ketua partai politik dan jabatan politik lainnya. Semuanya membutuhkan uang.

Tidaklah mengherankan para kepala daerah dan ketua partai politik akan berusaha mendapatkan uang mereka kembali dengan mengeksploitasi semua potensi yang melekat pada jabatan tersebut.    Sistem demokrasi dan oligarki bisa berjalan seiring sepanjang oligark itu mampu membeli suara masyarakat.

Selanjutnya adalah: Terpilih lewat demokrasi elektoral

Lowongan pekerjaan
PT. MIC Abadi Solo, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Mencari Alamat Bahasa Indonesia

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (06/01/2018). Esai ini karya Na’imatur Rofiqoh, ”pemukul” huruf dan juru gambar yang tinggal di Solo. Alamat e-mail penulis adalah naimaturr@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Bahasa Indonesia tidak lagi beralamat di Indonesia. Indonesia malah jadi tempat…