Lahan RSUD Semanggi di Pasar Kliwon, Solo, mulai diratakan, Kamis (14/12/2017). (M. Ferri Setiawan/JIBI/Solopos) Lahan RSUD Semanggi di Pasar Kliwon, Solo, mulai diratakan, Kamis (14/12/2017). (M. Ferri Setiawan/JIBI/Solopos)
Kamis, 14 Desember 2017 23:35 WIB Hijriyah Al Wakhidah/JIBI/Solopos Solo Share :

Lahan RSUD Semanggi Solo Mulai Diratakan Meski 2 Bangunan Warga Belum Dibongkar

Lahan untuk pembangunan RSUD Semanggi Solo sudah mulai diratakan meski masih ada dua bangunan milik warga yang belum dibongkar.

Solopos.com, SOLO — Lahan untuk RSUD Semanggi, Pasar Kliwon, Solo, mulai diratakan. Kendati alat berat mulai bekerja di lokasi proyek, masih ada sedikitnya dua bangunan milik warga Kenteng yang hingga Kamis (14/12/2017) belum dibongkar.

Berdasarkan pantauan Solopos.com, tiga alat berat dikerahkan untuk meratakan tanah di lokasi proyek. Masih ada beberapa alat berat yang akan didatangkan kontraktor ke lokasi tersebut. Mereka sudah bekerja dua hari ini dan pembukaan lahan diperkirakan akan memakan waktu sekitar dua pekan. (Baca: 19 Bangunan Tergusur RSUD Semanggi, Warga Dapat Ganti Rugi hingga Rp6 Juta/M2)

Warga penghuni tanah Hak Pakai (HP) Nomor 54 di wilayah RT 003/RW 007 Kenteng tetap diberi waktu untuk membongkar bangunan. “Kalau mau bongkar sendiri silakan, kami bantu juga tidak masalah,” kata Direktur PT Karsa Bayu Bangun Perkasa, Susilo Handoko, saat berbincang dengan Solopos.com di lokasi proyek, Kamis.

Susilo menjelaskan PT Karsa Bayu Bangun Perkasa join dengan PT Karya Bisa menjadi kontraktor pelaksana proyek pembangunan RSUD di Semanggi. Nilai proyek ini mencapai Rp192,7 miliar. “Kontrak kami sampai 2019,” ujar dia.

Selama proyek berlangsung, kontraktor berjanji melibatkan warga Kenteng eks penghuni HP 54 dalam proyek. Yang sudah disepakati warga dan kontraktor adalah untuk petugas keamanan dan pembukaan kantin bagi ibu-ibu agar bisa berjualan makanan.

“Kalau ada yang mampu menjadi tenaga bangunan, ya enggak masalah, kami bisa tampung,” tutur Susilo. (Baca: Sudah Terima Ongkos Bongkar Bangunan, Warga Tergusur RSUD Semanggi Masih Bingung)

Dia memperkirakan selama proyek pembangunan RSUD berlangsung, kontraktor butuh 400-an pekerja. Seperti diketahui, proyek RSUD di Semanggi itu harus menggusur 19 keluarga yang menghuni HP 54. Pemerintah Kota (Pemkot) Solo sudah membayar dana ganti rugi atau bantuan bagi semua warga yang terdampak proyek.

Warga Kenteng, Suryadi, 55, sudah dua malam ini dipercaya kontraktor untuk menjadi petugas keamanan. Dia menunggu alat berat yang sudah beberapa hari ditempatkan di lokasi proyek.

“Ya, jadi beberapa waktu lalu agenda pembongkaran bangunan milik warga sedikit molor karena belum ada kejelasan terkait janji pelaksana proyek yang akan memasukkan warga sebagai petugas keamanan. Hla ini sudah ada kesepakatan, saya sendiri sudah dua malam ini menjaga alat berat,” kata Suryadi.

Selain itu, lanjut Suryadi, kontraktor berjanji menyediakan tiga lapak untuk kantin dan akan dimanfaatkan tiga warga ibu-ibu Kenteng. “Ya, janjinya tiga kantin agar ibu-ibu di sini masih bisa cari nafkah,” tutur dia.

lowongan pekerjaan
Penerbit Ziyad Visi Media, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Koes Plus dalam Peta Musik Indonesia

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (08/01/2018). Esai ini karya Lardianto Budhi, guru Seni dan Budaya di SMAN 1 Slogohimo, Wonogiri. Alamat e-mail penulis adalah s.p.pandamdriyo@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada Jumat, 5 Januari 2018, Yon Koeswoyo tutup usia. Beberapa tahun sebelumnya…