Jogja
Rabu, 13 Desember 2017 - 02:20 WIB

Pedagang Kelontong Diajak Profesional Kelola Uang

Redaksi Solopos.com  /  Nina Atmasari  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Para pedagang yang masuk dalam kategori Member OBA Terbaik berfoto bersama dalam kegiatan Temu Nasional Pedagang Mitra Binaan Alfamart di Ayola Tasneem Convention Hotel, Senin (11/12/2017). (Foto istimewa)

Alfamart mendorong para pedagang untuk profesional dalam mengelola keuangan

Harianjogja.com, JOGJA-PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (Alfamart) mengumpulkan 400 pedagang warung tradisional yang tergabung dalam kemitraan program Outlet Binaan Alfamart (OBA) dalam kegiatan Temu Nasional Pedagang Mitra Binaan Alfamart di Ayola Tasneem Convention Hotel, Senin (11/12/2017).

Advertisement

Dalam pertemuan tersebut, Alfamart mendorong para pedagang untuk profesional dalam mengelola keuangan.

Corporate Affairs Director PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk, Solihin mengatakan, saat ini masih ada pedagang yang belum profesional mengelola keuangannya. Mereka belum dapat memisahkan uang dagang dengan uang untuk kepentingan pribadi. Tidak jarang pedagang yang tinggal ambil uang di tokonya untuk kepentingan keluarga.

“Ambil apa-apa enggak bayar. Cucunya datang, jajanan dikeluarkan. Kita [Alfamart] ingin mendisiplinkan pedagang dalam mengatur uangnya,” kata Solihin, Senin.

Advertisement

Dorongan yang diberikan itu sebagai wujud kepedulian Alfamart kepada para mitra. Termasuk diselenggarakannya pertemuan nasional Temu Nasional Pedagang Mitra Binaan Alfamart tersebut sebagai wujud apresiasi kepada pedagang sekaligus menjalin kedekatan. Sebanyak 400 pedagang yang hadir berasal dari 32 kantor cabang Alfamart di Indonesia yang rata-rata sudah menjadi anggota OBA selama 2-4 tahun.

Program OBA merupakan salah satu program CSR berkelanjutan yang fokus pada pemberdayaan pelaku usaha mikro dan kecil, khususnya pedagang warung tradisional.

Dengan mengikuti program ini, anggota akan mendapatkan pasokan barang yang berkualitas dari Alfamart, bisa mendapatkan harga khusus, barang diantar tanpa dikenai ongkos kirim, dan dikenalkan dengan teknologi pemesanan barang secara online. Hal tersebut menurut Solihin sangat mendukung terwujudnya hakekat bisnis yaitu pelayanan dan efisiensi.

Advertisement

Pedagang juga diajak mengikuti pelatihan manajemen ritel modern terkait penataan barang, pengetahuan produk, cash flow, dan pelayanan konsumen.

Petugas Alfamart akan membantu penataan warung milik pedagang. Sampai saat ini, program OBA sudah menjaring 48.089 pedagang dan ada 1.041 warung yang direnovasi.

Salah satu pedagang yang membuka usaha di Jombor, Sleman, Sumini mengaku dipermudah dengan menjadi anggota OBA karena ia tidak harus datang ke Alfamart untuk mengambil barang. Sebaliknya, barang sudah langsung diantar setelah dilakukan pemesanan. “Pesan lewat telepon langsung diantar,” kata pemilik Toko Rizki ini.

Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif