Pemimpin Hizbullah, Hassan Nasrallah (Reuters.com) Pemimpin Hizbullah, Hassan Nasrallah (Reuters.com)
Rabu, 13 Desember 2017 23:10 WIB Chelin Indra Sushmita/JIBI/Solopos.com Internasional Share :

Keputusan Donald Trump Soal Yerusalem Dinilai Jadi Akhir Riwayat Israel

Keputusan Donald Trump soal Yerusalem dinilai sebagai awal kehancuran Israel.

Solopos.com, BEIRUT – Pemimpin Hizbullah dari Lebanon, Hassan Nasrallah, mengatakan keputusan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel salah besar. Menurutnya, keputusan itu akan menjadi awal dari kehancuran Israel.

Hassan Nasrallah meminta sekutu Hizbullah menyusun strategi baru untuk menggempur Israel. Hizbullah merupakan partai terkuat dari Lebanon yang pernah ikut berperang melawan rezim Bashar Al Assad di Suriah. Mereka memiliki ribuan pendukung yang siap menghancurkan Israel.

Pada Senin (11/12/2017), ribuan pendukung Hizbullah berunjuk rasa di Beirut, Lebanon. Dalam aksi itu mereka mengutuk keputusan Amerika Serikat. Mereka juga meneriakkan kematian bagi Israel sebagai protes atas keputusan Amerika Serikat mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Negara Yahudi itu.

Para pendemo itu berjalan dari benteng selatan Beirut membawa spanduk bertuliskan, “Yerusalem ibu kota abadi Palestina, Yerusalem adalah milik kami.” Salah seorang pendemo bernama Iman Ghadbun, mengutuk langkah kontroversial Donald Trump itu. “Yerusalem adalah ibu kota Palestina sampai kapanpun,” katanya seperti dikutip Solopos.com dari Times of Israel, Rabu (13/12/2017).

“Keputusan Donald Trump akan menjadi akhir dari Israel. Sampai kapanpun Yerusalem adalah ibu kota Palestina. Trump atau orang lain tidak bisa mengubah hal ini,” kata Hassan Nasrallah.

Lebih lanjut, Hassan Nasrallah mendesak pemerintah Palestina memutuskan hubungan diplomatik dengan negara sekutu Israel. Dia juga meminta Yordania dan Mesir mencabut perjanjian damai dengan Israel. “Kami harus menekan negara-negara Arab dan Islam untuk mencabut perjanjian damai dan kesepakatan lainnya dengan Israel. Saya meminta warga Palestina menolak siapapun yang hendak menjadi juru damai dengan Israel,” katanya.

Sebagai informasi, Hassan Nasrallah telah menyerukan demonstrasi mengutuk keputusan Donald Trump soal Yerusalem. Menurutnya, langkah tersebut merupakan kesalahan besar. Pasalnya, keputusan itu membuat sejumlah warga dunia marah. Mereka meminta Donald Trump mencabut keputusan itu dan menghormati status quo Yerusalem.

 

lowongan pekerjaan
PKG 39, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Mencari Alamat Bahasa Indonesia

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (06/01/2018). Esai ini karya Na’imatur Rofiqoh, ”pemukul” huruf dan juru gambar yang tinggal di Solo. Alamat e-mail penulis adalah naimaturr@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Bahasa Indonesia tidak lagi beralamat di Indonesia. Indonesia malah jadi tempat…