gunung merbabu tampak dari desa wisata gunung merbabu tampak dari desa wisata
Rabu, 13 Desember 2017 08:55 WIB Akhmad Ludiyanto/JIBI/Solopos Boyolali Share :

2 Pendaki Merapi Boyolali Hilang Kontak Sejak Selasa

Dua pendaki Gunung Merapi di wilayah Boyolali hilang kontak sejak Selasa.

Solopos.com, BOYOLALI — Dua pendaki Gunung Merapi di wilayah Boyolali hilang kontak sejak Selasa (12/12/2017). Hingga Rabu (13/12/2017) pagi tim SAR Barameru masih mencari keduanya.

Kedua pendaki tersebut adalah Sucipto, 32, warga Rempoah, Baturaen, Kabupaten Banyumas, dan M. Zada Lubab, warga Celembo, Desa Lopak, Tuntang, Kabupaten Semarang.

Menurut informasi, keduanya mendaki Gunung Merapi bersama 10 orang lainnya mulai Senin (11/12/2017). Keesokan harinya atau Selasa, rombongan turun dari kawasan puncak Merapi sekitar pukul 08.00 WIB.

Di tengah perjalanan, kabut tebal turun sehingga mereka memutuskan menunda hingga pukul 09.00 WIB. M. Zada diketahui punya riwayat sakit di salah satu kakinya.

Khawatir menghambat rombongan dia meminta rombongan melanjutkan perjalanan dan menunggu di Pasar Bubrah. Zada yang ditemani Sucipto berpisah dengan rombongan di batas pasir kawasan puncak.

Sesampainya di Pasar Bubrah, rombongan menunggu kedua temannya. Namun hingga pukul 13.00 WIB, Zada dan Sucipto tak kunjung muncul.

Tiga anggota rombongan masing-masing Slamet, Anam, dan Naseh kembali ke Pasar Bubrah untuk menyusul Zada. Namun karena kabut tebal dan tidak ada tanda-tanda dari Zada dan Sucipto, ketiganya memutuskan turun dan melaporkan peristiwa itu ke basecamp Barameru sekitar pukul 15.00 WIB.

Sementara itu, setelah menerima laporan tersebut, Barameru mengirimkan dua satuan regu. Anggota regu 1 yakni Panut, Sarju, Suyud, dan Mangun menyisir area Pasar Bubrah dan turun ke arah Stabelan melalui kawasan Jurang Talang hingga Desa Bakalan, Selo.

Namun pencarian regu 1 tidak berbuah hasil sehingga mereka kembali ke basecamp sekitar pukul 01.00 WIB, Rabu.

Anggota regu 2 yang terdiri atas Gimar, Telo, Rio dan Jawardi menyisir pasar bubrah ke jalur pendakian Sapuangin hingga Pos 4. Namun regu 2 ini juga tak menemukan tanda-tanda dua pendaki tersebut kemudian turun dan bertahan di Pos 2 jalur pendakian Merapi.

Ketua Barameru Jiyo yang akrab disapa Mbah Jay saat dimintai konfirmasi, Rabu, mengatakan karena belum ada hasil, Barameru mengirimkan satu grup lagi untuk melakukan pencarian. “Rencananya, hari ini kami akan menambah lagi anggota tim untuk memperluas area pencarian,” ujarnya melalui telepon.

lowongan pekerjaan
SUMBER BARU REJEKI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Urgensi Mendesain Ulang Prolegnas

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (14/2/2018). Esai ini karya Isharyanto, dosen Hukum Tata Negara di Universita Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah isharyantoisharyanto8@gmail.com.  Solopos.com, SOLO–Sidang paripurna DPR di ujung 2017 lalu dibuka dengan laporan 50 rancangan undang-undang (RUU)…