Pemain depan Persis Solo, Rudiyana (kanan) melakukan selebrasi seusai mencetak gol ke gawang Sragen United dalam kompetisi Liga 2 di Stadion Manahan, Solo, Minggu (30/7). (JIBI/Solopos/M. Ferri Setiawan)
Selasa, 12 Desember 2017 22:25 WIB Chrisna Chanis Cara/JIBI/Solopos Indonesia Share :

Suporter Kecewa dengan Aktivitas Transfer Persis Solo

Persis Solo dikritik oleh sejumlah suporter.

Solopos.com, SOLO — Sejumlah fans Persis Solo kecewa berat dengan aktivitas transfer Persis Solo jelang Liga 2 musim depan. Alih-alih mendatangkan pemain yang berkualitas, Laskar Sambernyawa justru melepas beberapa pemain yang menjadi pilar musim lalu.

Sejumlah suporter pun mulai menumpahkan kekecewaannya dengan memasang poster kritik di Tugu Kebangkitan Nasional maupun komentar di media sosial (medsos). Dicoretnya Rudiyana di kerangka tim menjadi hal yang paling disoroti fans Persis. Mereka tak habis pikir manajemen bakal melepas striker berlabel top scorer tim.

Bahkan Rudiyana hanya menerima pesan via Whatsapp (WA) terkait keputusan manajemen tak mempertahankannya. Musim lalu eks pemain Persib Bandung itu mencetak tujuh gol bagi Laskar Sambernyawa. “Terus terang banyak anggota yang bingung kenapa Rudiyana dicoret. Padahal pemain kabarnya sudah berkomitmen bertahan,” ujar Wakil Presiden Pasoepati, Ginda Ferachtriawan, saat dihubungi Solopos.com, Selasa (12/12/2017).

Selain Rudiyana, Laskar Sambernyawa sudah mendepak dua striker lain yakni Agung Supriyanto dan Joko Prayitno. Menurut Ginda, manajemen mestinya sudah punya pandangan striker pengganti karena berani mencoret pemain.

Pihaknya berharap pemain pengganti tersebut lebih berkualitas ketimbang sebelumnya. “Target tim kan masih sama, promosi Liga 1. Kalau gantinya nanti performanya tak jauh beda, buat apa?,” kata dia.

Persis juga terancam kehilangan dua pilar di lini belakang yakni Soni Setiawan dan Asyraq Ghufron. Soni beberapa waktu lalu menjalani trial di klub Liga 1, Arema, sedangkan Ghufron terlihat berlatih bersama Persela Lamongan. Informasi yang dihimpun Solopos.com, Ghufron berniat hengkang karena ingin lebih dekat dengan keluarga di Jawa Timur.

Ginda menyebut gelombang eksodus bisa terus terjadi jika Persis tak segera memagari pemain dan menunjuk pelatih kepala. “Logikanya merekrut pemain setelah ada pelatih, hla ini pelatih baru mau diumumkan Januari 2018. Persis bisa ketinggalan kereta lagi.”

Anggota Pasoepati asal Laweyan, Restu Andrianto, 24, ikut menyayangkan lambatnya pergerakan Persis di bursa transfer. Dia mendengar salah seorang pilar Persis malah sudah mendapat undangan seleksi di Persija. Persebaya pun disebut mengincar beberapa pemain Persis karena keberadaan Esteban Busto sebagai Asisten Pelatih Bajul Ijo.

Busto pernah membela Persis sekitar tahun 2007. “Saya harap Persis segera bergerak di transfer. Tarik kembali pemain muda yang berpotensi seperti Fredyan Ucil dan Adha Nurrokhim,” saran Restu.

lowongan pekerjaan
PKG 39, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Koes Plus dalam Peta Musik Indonesia

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (08/01/2018). Esai ini karya Lardianto Budhi, guru Seni dan Budaya di SMAN 1 Slogohimo, Wonogiri. Alamat e-mail penulis adalah s.p.pandamdriyo@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada Jumat, 5 Januari 2018, Yon Koeswoyo tutup usia. Beberapa tahun sebelumnya…