Iluistrasi perawatan pasien DBD. (JIBI/Solopos/Antara/Syaiful Arif) Iluistrasi perawatan pasien DBD. (JIBI/Solopos/Antara/Syaiful Arif)
Selasa, 12 Desember 2017 02:20 WIB JIBI/Harian Jogja/Newswire Bantul Share :

2 Warga di Bantul Suspect Difteri, Ini Hasil Pemeriksaan Mereka

Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul mencurigai seorang warga setempat terkena difteri

Solopos.com, BANTUL- Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul mencurigai seorang warga setempat terkena difteri penyakit yang disebabkan virus dan hingga kini masih dilakukan pemeriksaan medis.

Baca juga : Seorang Pelajar di Sleman Suspect Difteri

“Awalnya memang ada dua yang dicurigai [suspect difteri], tetapi yang satu sudah konfirm tidak, sementara yang satu baru diperiksa,” kata Kepala Bidang Penanggulangan Masalah Kesehatan Dinkes Bantul Pramudi Dharmawan saat dikonfirmasi di Bantul, Senin (11/12/2017).

Menurut dia, dua warga Bantul yang salah satunya diketahui warga Patalan Jetis yang dicurigai suspect difteri itu seorang dirawat di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sardjito dan seorang lainnya menjalani rawat jalan.

Mamun demikian, kata dia, meski pihaknya masih mencurigai seorang warga Bantul terkena difteri, namun Dinkes belum mengambil langkah penanganan terhadap penyakit yang diakibatkan virus tersebut.

“Kalau belum ada yang positif (difteri) belum kita terapi to, namun yang penting dikasih antibiotik, istirahat cukup, dan isolasi kalau memang ada (penderita difteri),” kata Pramudi seperti dikutip dari Antara.

Ia mengatakan, terhadap warga yang dicurigai terjangkit difteri pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan medis, karena untuk mengetahui difteri perlu proses, dan diperkirakan hasilnya satu hingga dua hari lagi.

Sementara itu, Pramudi mengatakan, karena penyakit difteri berbahaya dan menular, pihaknya minta semua warga mengikuti program imunisasi secara lengkap, karena dia menduga warga yang suspect difteri dulunya tidak mengikuti imunisasi secara penuh.

“Iya menular, pokoknya imunisasinya harus total, semua harus imunisasi, harus lengkap, bayi imuninasi harus lengkap supaya kebal. Itu (kasus difteri) mungkin imunisasi tidak lengkap atau ada yang belum,” katanya.

lowongan pekerjaan
PT.SEJATI CIPTA MEBEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Koes Plus dalam Peta Musik Indonesia

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (08/01/2018). Esai ini karya Lardianto Budhi, guru Seni dan Budaya di SMAN 1 Slogohimo, Wonogiri. Alamat e-mail penulis adalah s.p.pandamdriyo@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada Jumat, 5 Januari 2018, Yon Koeswoyo tutup usia. Beberapa tahun sebelumnya…