Logo XL Axiata. (Istimewa) Logo XL Axiata. (Istimewa)
Senin, 11 Desember 2017 20:13 WIB Sholahuddin Al Ayyubi/JIBI/Bisnis Internet Share :

XL Axiata Bangun Fiber Optik Bawah Laut Australia-Indonesia-Singapura

XL Axiata akan membangun jaringan fiber optik bawah laut yang menghubungkan Australia-Indonesia-Singapura.

Solopos.com, JAKARTA — PT XL Axiata Tbk dan Vocus Group Ltd akan menggarap proyek pembangunan fiber optik Sistem Komunikasi Kabel Laut ?(SKKL) Australia-Indonesia-Singapura dengan nilai mencapai US$170 juta yang diprediksi dapat dioperasikan pada kuartal III/2018.

Chief Service Management Officer XL Axiata, Yessie D Yosetya, mengatakan alasan pihaknya bekerja sama dengan Vocus Group tersebut yaitu untuk memperkuat layanan data XL Axiata sekaligus menambah traffic data ke dalam negeri. Menurutnya, selama ini sebesar 90% traffic XL Axiata dibawa ke Singapura, baru kemudian ke Amerika Serikat.

“Jadi nanti harapan kami traffic internasional melalui Singapura selama ini bisa berkurang. Sekarang kan sebesar 90% traffic dibawa ke Singapura baru ke Amerika Serikat. Harapannya jika ini sudah beroperasi trafficnya bisa berimbang 50:50,” tuturnya, Senin (11/12/2017).

Dia menjelaskan saat ini XL Axiata akan memprioritaskan pembangunan infrastruktur telekomunikasi agar dapat memberikan layanan terbaik pada pelanggan, salah satunya dengan bekerja sama melalui Vocus Group untuk membangun infrastruktur tersebut. Menurutnya, sepanjang 2017, alokasi belanja modal XL sebesar 70% difokuskan untuk membangun infrastruktur.

“Memiliki infrastruktur data adalah salah satu prioritas XL. Setiap tahun sekitar 70% alokasi belanja modal di XL untuk bangun jaringan data,” kata Yessie.

Menurutnya, pembangunan SKKL tersebut dapat menghubungkan wilayah Australia dengan Singapura untuk menuju ke Amerika Serikat melalui perairan Indonesia. Jalur itu menjadikan kawasan Anyer Banten sebagai titik pendaratan (landing point). Dia menjelaskan saat ini proses pembangunan jaringan fiber optik bawah laut sepanjang 4.600 kilometer masih berjalan dan diprediksi beroperasi pada 2018.

“Keberadaan SKKL ini merupakan sarana infrastruktur yang cukup strategis bagi perkembangan industri TIK di Indonesia karena nanti menyediakan konektivitas berkapasitas besar ke Singapura dan Australia, selanjutnya bisa menjadi jalur alternatif ke jaringan global,” ujarnya.

Sementara itu, CEO XL Axiata Dian Siswarini mengatakan pembangunan SKKL tersebut nantinya akan melayani kapasitas hingga 30 terrabyte untuk wilayah Jakarta dan Singapore serta 20 terrabyte antara Jakarta dan Perth. Menurutnya, ketersediaan bandwidth yang besar sangat dibutuhkan saat ini agar dapat dinikmati oleh pelanggan XL Axiata.

“Nanti SKKL ini mampu menyediakan kapasitas hingga 6x lipat dari total kapasitas jaringan internasional dari Indonesia yang ada saat ini. Jadi nanti apabila jaringan Internet yang melalui Singapura terjadi gangguan, maka akses Internet dari Indonesia menuju jaringan global tidak akan ikut terganggu karena tersedia pilihan untuk bisa dialihkan melalui jalur alternatif,” tuturnya.

lowongan pekerjaan
PT. INDUKTORINDO UTAMA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Koes Plus dalam Peta Musik Indonesia

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (08/01/2018). Esai ini karya Lardianto Budhi, guru Seni dan Budaya di SMAN 1 Slogohimo, Wonogiri. Alamat e-mail penulis adalah s.p.pandamdriyo@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada Jumat, 5 Januari 2018, Yon Koeswoyo tutup usia. Beberapa tahun sebelumnya…