Bupati Wonogiri, Joko Sutopo, memberikan bantuan dari Presiden Joko Widodo kepada warga di posko pengungsian Dlepih, Tirtomoyo, Wonogiri, Minggu (10/12/2017). (Ahmad Wakid/JIBI/Solopos)
Senin, 11 Desember 2017 05:30 WIB Ahmad Wakid/JIBI/Solopos Wonogiri Share :

Rumah Tertimbun Tanah, 31 Keluarga di Wonogiri Mendesak Direlokasi

Sebanyak 31 keluarga di Wonogiri mendesak direlokasi lantaran rumah mereka yang tertimbun tanah.

Solopos.com, WONOGIRI — Sebanyak 31 keluarga terdampak bencana tanah longsor di Wonogori perlu direlokasi. Mereka mengajukan permintaan ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonogiri agar segera direlokasi karena rumahnya tertimbun tanah.

Bupati Wonogiri, Joko Sutopo, mengatakan 31 keluarga tersebut berasal dari tiga kecamatan yakni 18 warga di Manyaran, delapan warga di Tirtomoyo, dan lima warga di Sidoharjo. Dia memastikan proses relokasi akan dilakukan, namun perlu dilakukan kajian mendalam terlebih dahulu mengenai wilayah mana yang harus direlokasi.

Dia mengungkapkan pemkab saat ini masih mempertimbangkan pengajuan permintaan relokasi 31 keluarga tersebut. “Relokasi itu pasti. Tetapi wilayah mana saja yang harus direlokasi itu perlu kajian mendalam. Pemerintah bertanggung jawab kebutuhan relokasi warga. Namun, proses relokasi bertahap,” ujarnya di posko bencana Dlepih, Tirtomoyo, Wonogiri, Minggu (10/12/2017).

Sementara itu, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Willem Rampangilei, menyampaikan pesan Presiden Joko Widodo agar para warga terdampak bencana tidak terlalu lama tinggal di posko pengungsian. Dia mengatakan Presiden menginstruksikan agar segera pemulihan korban bencana dilakukan.

Dia mengimbau agar masyarakat tetap waspada, berdasarkan data BMKG cuaca ekstrem masih berlangsung hingga akhir Februari 2018. “Kalau relokasi jelas, tidak mungkin daerah yang tertimbun longsor ditempati lagi. Jadi harus mencari lahan baru. Nah itu tugas Pemda, bagaimana mencari lahannya,” ucapnya.

Warga Bengkle RT 001/RW 005 Dlepih, Tirtomoyo, Maryati, meminta bantuan pemerintah agar direlokasi. Dia mengungkapkan rata dengan tanah karena tertimbun longsoran tanah. “Saya mau kalau dipindah. Karena rumah saya sudah habis, tertimpa tanah. Ada tower sinyal yang tanahnya longsor di atas rumah saya,” ucapnya.

lowongan pekerjaan
SMK CITRA MEDIKA SRAGEN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Koes Plus dalam Peta Musik Indonesia

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (08/01/2018). Esai ini karya Lardianto Budhi, guru Seni dan Budaya di SMAN 1 Slogohimo, Wonogiri. Alamat e-mail penulis adalah s.p.pandamdriyo@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada Jumat, 5 Januari 2018, Yon Koeswoyo tutup usia. Beberapa tahun sebelumnya…