Manchester City (JIBI/REUTERS/Darren Staples)
Senin, 11 Desember 2017 21:25 WIB Hanifah Kusmastuti/JIBI/Solopos Inggris Share :

Guardiola Bikin Liga Inggris Boring

Liga Inggris menyajikan Manchester City yang meninggalkan para pesaing.

Solopos.com, MANCHESTER — Liga Premier Inggris kerap disebut-sebut sebagai liga paling kompetitif di dunia. Namun, predikat itu terancam melayang seiring dengan dominasi Manchester City di puncak klasemen sementara musim ini.

Pelatih City, Josep “Pep” Guardiola, memang memiliki reputasi membikin “boring” liga-liga yang disinggahinya. Pelatih asal Spanyol tersebut pernah membuat Liga Spanyol sangat membosankan karena dominasi tim yang dilatihnya, Barcelona. Dalam kurun waktu 2008-2012, Guardiola menyaput tiga gelar Liga Spanyol bersama raksasa Catalan.

Tak jauh berbeda, Guardiola juga membuat persaingan perebutan gelar juara di Bundesliga menjadi tidak seru ketika melatih Bayern Munchen pada 2013-2016. Selama tiga musim berada di Jerman, Guardiola selalu sukses mengantar Bayern menjadi kampiun di liga paling top di Jerman tersebut.

Setelah itu, Guardiola meneruskan petualangannya di Liga Inggris pada 2016 bersama The Citizens, julukan City. Sihir pelatih berkepala plontos tersebut memang tidak langsung mempan. Pada musim perdananya di Negeri Ratu Elizabeth II, Guardiola hanya mampu membawa City finis ketiga dengan tertinggal 15 poin dari Chelsea yang menjadi juara.

Namun reputasi Guardiola sebagai  “penjajah” liga-liga Eropa kembali terlihat di musim keduanya di Liga Inggris kali ini. Pada game week ke-16, pelatih berusia 46 tahun tersebut langsung membawa City terbang ke puncak klasemen dengan koleksi 46 poin.

City seolah tidak memiliki pesaing sepadan di jalur perebutan gelar. Kevin de Bruyne dkk. mengantongi keunggulan 11 poin atas rival sekota sekaligus pesaing terdekat mereka saat ini, Manchester United.

Keunggulan telak itu diperoleh setelah City menundukkan United 2-1 pada Derby Manchester di Old Trafford, Manchester, Minggu (10/12/2017) malam WIB. City memimpin terlebih dahulu melalui gol David Silva pada menit ke-43.

United sempat menyamakan kedudukan dengan gol Marcus Rashford sebelum jeda turun minum. Namun, City mampu memastikan kemenangan di Old Trafford setelah tembakan Nicholas Otamendi tak mampu dibendung kiper United, David de Gea.

“Kami bisa melakukan cara ini di Inggris. Orang-orang bilang kami tidak bisa menerapkan permainan Barcelona di Inggris. Namun itu mungkin dan kami telah melakukannya. Saya sudah mengetahuinya sejak musim lalu. Saya selalu yakin,” ujar Guardiola, seperti dilansir Reuters.

“Orang-orang bisa bermain apa pun yang diinginkannya, itulah mengapa sepak bola sangat indah. Saya senang bisa ke Stamford Bridge [markas Chelsea], dan Old Trafford, dan mengalahkan mereka,” sambungnya.

City mencetak rekor 14 kemenangan beruntun dalam sejarah Liga Premier. Gabriel Jesus cs. menyalip rekor Chelsea, Arsenal, Preston, dan Sunderland, yang pernah meraih 13 kemenangan beruntun di kasta tertinggi Inggris ini.

 

lowongan pekrjaan
Akuntansi, Administrasi,Marketing,Tehnisi ,Gudang/Driver, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Koes Plus dalam Peta Musik Indonesia

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (08/01/2018). Esai ini karya Lardianto Budhi, guru Seni dan Budaya di SMAN 1 Slogohimo, Wonogiri. Alamat e-mail penulis adalah s.p.pandamdriyo@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada Jumat, 5 Januari 2018, Yon Koeswoyo tutup usia. Beberapa tahun sebelumnya…