Waldjinah (tengah) saat menyumbang lagu di panggung pada hajatan mantu di Desa Kudu, Baki, Sukoharjo, Minggu (10/12/2017). (Iskandar/JIBI/Solopos)
Minggu, 10 Desember 2017 22:30 WIB Iskandar/JIBI/Solopos Sukoharjo Share :

Pilih Manggung di Hajatan Ketimbang Acara Jokowi, Ini Alasan Mengharukan Waldjinah

Waldjinah muncul di sebuah acara hajatan pernikahan di Baki, Sukoharjo. Demi ini, dia rela menolak tampil di acara Presiden Jokowi.

Solopos.com, BAKI — Maestro keroncong asal Solo, Waldjinah, semringah ketika menyanyikan sejumlah lagu keroncong di rumah seorang warga Desa Kudu, Baki, Sukoharjo. Mengenakan long dress dominan merah, juara Bintang Radio 1965 ini masih merdu melantunkan lagu Semusim yang pernah dinyanyikan bersama Almarhum Chrisye dulu.

Waldjinah hadir lengkap dengan Orkes Keroncong Bintang di Kudu karena dia diundang seorang warga setempat, Parjimo, yang sedang mantu. Ratu Kembang Kacang ini menyanyikan sejumlah lagu seperti Ayo Ngguyu dan Walang Kekek di depan ratusan tamu. Mereka yang jagong di rumah Parjimo spontan ikut bernyanyi.

“Saya sudah dua tahun tidak menyanyi di depan publik seperti ini. Sekarang ini saya menyanyi untuk pertama kalinya sejak sembuh dari sakit,” ujar dia ketika ditemui wartawan di Kudu, Baki, Minggu (10/12/2017).

Menurut Waldjinah, kehadirannya di hajatan Parjimo sekaligus wujud rasa syukur dirinya telah sembuh dari sakit perut yang dideritanya beberapa tahun lalu. Saat itu, dia sakit hampir satu tahun dan membuatnya tak doyan makan.

Ikhtiar berobat ke dokter dan keluar masuk rumah sakit pun sudah dijalani, tapi tidak kunjung sembuh. Akhirnya, dia menerima tawaran Parjimo yang bersedia menyediakan terapi pijat dan memberi obat herbal hingga sembuh.

“Sejak sakit di perut saya tidak bisa makan apa-apa dan setelah diterapi pijat dengan ramuan herbal dalam waktu delapan pekan akhirnya saya bisa sembuh sampai sekarang dan tidak membayar,” ujar dia.

Karena itu, ketika Parjimo mantu, dia menawarkan diri untuk menyumbang menyanyi berikut Orkes Keroncong Bintang asuhannya dalam formasi lengkap. Bahkan demi acara ini, Waldjinah terpaksa diundang untuk menghibur salah satu acara Presiden Jokowi saat di Solo kemarin terpaksa ditolaknya.

Hla piye wong Pak Parjimo ki sing marekne wetengku je [Hla bagaimana, Pak Parjimo kan sudah menyembuhkan penyakit di perut saya]. Selain itu saya juga sudah telanjur menyanggupi akan menyumbangkan lagu dan orkes keroncong saya sehingga saya tetap menyanyi di sini,” ujar Waldjinah.

Sementara itu Parjimo yang sehari-hari praktik terapi dan pengobatan herbal di rumahnya mengaku terharu dengan kemauan Waldjinah. Padahal, sebenarnya dia sudah pesan orkes campursari komplet jauh-jauh hari sebelumnya dan harus dibatalkannya.

“Ketika beliau mengetahui saya mau ada acara hajatan pernikahan anak saya, langsung beliau mau menyumbangkan lagu dan seperangkat orkes keroncongnya lengkap. Beliau sangat bersemangat tampil menghibur pada hajatan dan ingin menunjukkan bahwa dirinya sudah sembuh dari sakit. Niat itu kami sambut penuh syukur, sehingga jadilah ini syukuran bagi kami dan juga Ibu Waldjinah,” ungkap Parjimo.

lowongan pekerjaan
Penerbit Ziyad Visi Media, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Koes Plus dalam Peta Musik Indonesia

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (08/01/2018). Esai ini karya Lardianto Budhi, guru Seni dan Budaya di SMAN 1 Slogohimo, Wonogiri. Alamat e-mail penulis adalah s.p.pandamdriyo@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada Jumat, 5 Januari 2018, Yon Koeswoyo tutup usia. Beberapa tahun sebelumnya…