Foto Christine Jia Xin Lee (Facebook)
Minggu, 10 Desember 2017 23:30 WIB Rizal Fikry/JIBI/Solopos Internasional Share :

Dapat Saldo Tak Terbatas, Mahasiswi Ini Gelapkan Uang Rp4,6 Miliar

Christine mendapat saldo tak terbatas yang tanpa sengaja dikirimkan oleh manajemen bank.

Solopos.com, SYDNEY — Kesalahan manajemen bank di Australia karena tanpa sadar memberi saldo tak terbatas untuk salah satu nasabahnya berakibat fatal. Nasabah yang bernama Christine Jia Xin Lee itu menghabiskan uang bank sebesar 4,6 juta dolar Australia atau sekitar Rp46 miliar.

Dilansir Sydney Morning Herald, Jumat (1/12/2017), Christine merupakan nasabah Bank Westpac yang merupakan bank nasional di Australia. Pada 2014 Christine mendapat saldo tak terbatas di akun Bank Westpac miliknya.

Setelah mendapat uang tak terbatas, Christine mulai membeli barang-barang mewah seperti sepatu, tas, hingga menyewa apartemen mewah di Sydney. Pihak bank awalnya tidak mencurigai Christine, namun pada 2015 Christine melakukan transaksi senilai lebih dari Rp1,5 miliar dalam satu hari. Sejak itulah pihak bank menelusuri jejak transaksi rekening Christine.

Dalam kurun waktu 2014 hingga 2015, Christine tercatat menghabiskan uang bank senilai lebih dari Rp4,6 miliar. Christine kemudian disangkakan melakukan tindakan tak jujur dengan sadar memakai dana yang bukan miliknya. Christine ditangkap di Bandara Sydney pada Mei 2016 saat berusaha terbang ke kampung halaman di Malaysia.

Proses peradilan kasus Christine berjalan alot. Meski demikian, Christine mendapat keuntungan karena pengadilan menganggap Christine bisa saja tidak melakukan tindakan melanggar hukum karena saldo dikirim secara sah oleh pihak bank.

Setelah satu tahun lebih ditahan dan menjalani proses peradilan, Christine akhirnya bisa bernapas lega. Pada Senin (27/11/2017) lalu, pihak bank sebagai penuntut secara sepihak mencabut tuntutannya. Hanya saja semua aset yang dimiliki Christine disita, mahasiswi Universitas Sydney jurusan Teknik Kimia itu dinyatakan bangkrut.

“Dia [Christine] mengaku sangat lega karena pihak bank tidak jadi menuntut,” ungkap Hugo Aston, pengacara Christine. Hugo menyatakan bank harus memiliki kebijakan yang jelas dan keamanan kelas satu mengenai dana nasabah. Peristiwa seperti yang dialami Christine tak boleh terjadi lagi

Setelah kasus ini berakhir, Christine memilih pulang ke Malaysia dan melanjutkan pendidikan di tanah kelahirannya.

lowongan pekerjaan
PT. INDUKTORINDO UTAMA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Koes Plus dalam Peta Musik Indonesia

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (08/01/2018). Esai ini karya Lardianto Budhi, guru Seni dan Budaya di SMAN 1 Slogohimo, Wonogiri. Alamat e-mail penulis adalah s.p.pandamdriyo@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada Jumat, 5 Januari 2018, Yon Koeswoyo tutup usia. Beberapa tahun sebelumnya…