Rektor USD, Johanes Eka Priyatam (kiri) seusai melakukan penandatangan kerja sama di sela-sela diskusi terbatas, Kamis (7/12/2017). (Harian Jogja/Sunartono) Rektor USD, Johanes Eka Priyatam (kiri) seusai melakukan penandatangan kerja sama di sela-sela diskusi terbatas, Kamis (7/12/2017). (Harian Jogja/Sunartono)
Jumat, 8 Desember 2017 09:55 WIB Sunartono/JIBI/Harian Jogja Sleman Share :

USD Kembangkan Desa Wisata Melalui Sistem Informasi

Mengingat teknologi bisa membantu setiap orang karena bisa saling mengabarkan suatu informasi tak terkecuali keberadaan desa wisata

Solopos.com, SLEMAN-Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab mengubah pola pikir masyarakat untuk berinovasi, salah satunya melalui pengembangan desa wisata.

Prodi Teknik Informatika Universitas Sanata Dharma (USD) Jogja menggelar diskusi terbatas dengan tema Disruptive Innovation dalam Pendidikan dan Bisnis di Ruang Drost Lantai 4 Gedung Pusat Kampus III Paingan Maguwoharjo, Depok, Sleman, Kamis (7/12/2017).

Ketua Prodi Teknik Informatika USD Anastasia Rita Widiarti menjelaskan, diskusi itu sekaligus mempertemukan antara mahasiswa, akademisi dengan industri atau perusahaan yang selama ini menjadi tempat praktik lapangan mahasiswanya. Mengingat, pihaknya membebaskan kegiatan praktik mahasiswa dengan memilih industri atau usaha tertentu.

Salah satu yang sudah menjadi sasaran Teknik Informatika USD adalah Desa Wisata Pentingsari, Cangkringan, Sleman. Pendampingan telah lama dilakukan, bahkan saat ini melalui mahasiswanya tengah merumuskan peta sistem informasi yang dibutuhkan oleh desa wisata tersebut. Ia menyadari, perguruan tinggi harus berperan membantu desa wisata di tengah perkembangan teknologi digital tersebut.

“Saat ini masih dalam bentuk kegiatan praktek, seperti proyek yang mengisi kecil-kecil oleh mahasiswa agar menjadi suatu sistem utuh. Ke depan sasaran kami tidak hanya Pentingsari tetapi juga desa wisata lain. Dalam rangka menguatkan pengabdian masyarakat dana hibah dari Dikti kami membelikan tower dibangun di sana, untuk memperkuat sistem informasi, maka infrastruktur juga disediakan,” terangnya di sela-sela diskusi, Kamis (7/12/2017).

Profesor Ridwan Sanjaya, Rektor Unika Soegijapranata Semarang mengatakan, peran perguruan tinggi melalui kemampuan basis informasi yang dimiliki, memiliki tanggung jawab mengubah pola pikir masyarakat, seperti di desa wisata untuk dapat berkembang menggunakan teknologi. Mengingat teknologi bisa membantu setiap orang karena bisa saling mengabarkan suatu informasi tak terkecuali keberadaan desa wisata.

Guru Besar Sistem Informasi ini menilai keberadaan desa wisata saat ini justru menjadi oase bagi masyarakat kota yang penat dengan berbagai aktivitas perkotaan. Ia menyadari dampak perubahan tentu ada pihak yang diuntungkan dan dirugikan seperti munculnya transportasi online, namun perlu diingat bahwa arus teknologi itu sama sekali tidak akan bisa dibendung. “Bukan siapa yang kuat, tetapi siapa yang mampu beradaptasi [dengan inovasi] dia akan bertahan,” kata dia

Ridwan juga tertarik dengan keberadaan Desa Wisata Pentingsari yang banyak dikunjungi masyarakat luar berkat keaktifan pengelola dalam memanfaatkan teknologi informasi. Dampaknya tidak hanya dikunjungi warga dari Indonesia namun juga dapat mengcover hingga mancanegara. “Peran perguruan tinggi sangat penting, dalam merubah pola pikir masyarakat,” kata dia.

Pengelola Desa Wisata Pentingsari Doto Yogantoro yang hadir sebagai pemateris diskusi tersebut mengakui kuatnya dampak penggunaan teknologi informasi dalam mempromosikan desa wisata. Ia mencontohkan, dari hal kecil seperti mahasiswa praktik datang ke desa kemudian memfoto dan mengunggahnya di medsos, seringkali berdampak ke masyarakat untuk berkunjung. Dari awalnya omsetnya Rp300 juta menjadi Rp700 juta dan sekarang ini mencapai Rp2 Miliar per tahun hanya untuk satu dusun saja. Angka itu melebihi dana desa pemberian pemerintah yang hanya saja Rp1 miliar untuk satu desa.

“Ada nilai manfaat yang luar biasa. Tetapi harus mempertahan nilai alami desa, masih ada beberapa unsur desa yang kami pertahankan dan kami membatasi jumlah pengunjung, kalau sampai berlebihan justru akan merusak lingkungan,” ungkapnya.

lowongan pekerjaan
Impressions Body Care Center, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
AMS Solo, Pendidikan Multikultur Pertama

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (27/11/2017). Esai inikarya Heri Priyatmoko, dosen Sejarah di Fakultas Sastra Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah heripri_puspari@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Menarik menyimak esai Bandung Mawardi berjudul Mengenang (Pendidikan) Guru (Solopos, edisi 24 November…