Seorang warga menaiki anak tangga di Tugu Demokrasi yang dibangun di depan gedung DPRD Kabupaten Madiun, Kamis (7/12/2017). (Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com) Seorang warga menaiki anak tangga di Tugu Demokrasi yang dibangun di depan gedung DPRD Kabupaten Madiun, Kamis (7/12/2017). (Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com)
Jumat, 8 Desember 2017 11:35 WIB Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com Madiun Share :

Tugu Dianggap Mirip Simbol Freemason, Begini Penjelasan Ketua DPRD Kabupaten Madiun

Ketua DPRD mengaku tidak sengaja dalam pembuatan Tugu Demokrasi.

Solopos.com, MADIUN — Ketua DPRD Kabupaten Madiun, Djoko Setijono, mengaku tidak mengetahui Tugu Demokrasi yang dibangun di depan gedung DPRD mirip simbol Freemanson. Dia mengaku baru mengetahui setelah masyarakat Madiun merasa keberatan dan mengkritik soal pembangunan tugu itu.

Pantauan Madiunpos.com di depan gedung DPRD Kabupaten Madiun, Kamis (7/12/2017) siang, bangunan tugu tersebut berada tepat di depan gedung wakil rakyat itu. Tugu tersebut terdiri dari satu bangunan dengan satu sisi ada 45 anak tangga dan sisi lainnya ada lima anak tangga berukuran agak besar. Sedangkan bagian tengah bangunan itu terbuka dengan ada bagian melengkung seperti pintu gerbang. Ketinggian bangunan itu sekitar 5 meter dengan panjang sekitar 10 meter.

Kepada wartawan, Djoko mengatakan sejak awal pembangunan Tugu Demokrasi beserta tamannya akan dimanfaatkan untuk ruang publik. Selain itu taman ini juga untuk mempercantik Kota Mejayan. (baca: Heboh Tugu DPRD Kabupaten Madiun Dianggap Mirip Simbol Freemason)

Dia menyampaikan setelah rencana itu disetujui kemudian dibawa ke Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Madiun untuk didesain. Saat itu, pihaknya hanya menjelaskan tema tugu dan taman yaitu demokrasi dan sesuai dengan Pancasila.

“Kemudian taman dan tugu itu didesain Dinas PU,” kata Djoko.

Dia menegaskan bangunan tugu tersebut yang dianggap mirip simbol Freemanson adalah bentuk ketidaksengajaan.

Mengenai arti bangunan tugu tersebut, jelas Djoko, untuk 45 anak tangga berarti jumlah anggota DPRD Kabupaten Madiun berjumlah 45 orang. Selain itu melambangkan dasar negara yaitu UUD 1945 dan hari kemerdekaan pada tahun 1945. Sedangkan lima anak tangga bermakna lima poin Pancasila.

“Ini benar tidak disengaja. Saya baru tahu kalau itu menyerupai simbol Freemanson ya saat ada protes dari warga,” jelas dia. (baca pula: Dianggap Mirip Simbol Freemason, GP Ansor Desak Tugu DPRD Kabupaten Madiun Dibongkar)

Djoko meminta maaf kepada masyarakat Madiun atas bangunan Tugu Demokrasi yang menyerupai simbol organisasi tertentu. Dia menegaskan pembangunan tugu itu tidak ada sangkut pautnya dengan Yahudi.

“Ini tidak ada sangkut pautnya dengan Yahudi. Apa kepentingan dan keuntungannya buat kita,” tegas Djoko.

lowongan pekerjaan
QUALITY CONTROL & ADMIN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
AMS Solo, Pendidikan Multikultur Pertama

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (27/11/2017). Esai inikarya Heri Priyatmoko, dosen Sejarah di Fakultas Sastra Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah heripri_puspari@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Menarik menyimak esai Bandung Mawardi berjudul Mengenang (Pendidikan) Guru (Solopos, edisi 24 November…