Tugu Demokrasi yang ada di depan Kantor DPRD Kabupaten Madiun dianggap mirip simbol Freemason. Foto diambil Kamis (7/12/2017) siang. (Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com) Tugu Demokrasi yang ada di depan Kantor DPRD Kabupaten Madiun dianggap mirip simbol Freemason. Foto diambil Kamis (7/12/2017) siang. (Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com)
Jumat, 8 Desember 2017 12:05 WIB Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com Madiun Share :

Tak Dibongkar, Tugu Dianggap Mirip Simbol Freemason di Madiun Diredesain

Tugu Demokrasi yang ada di depan kantor DPRD Kabupaten Madiun akan diredesain.

Solopos.com, MADIUN — Pembangunan Taman dan Tugu Demokrasi di halaman DPRD Kabupaten Madiun menghabiskan anggaran daerah senilai Rp1 miliar. Namun, pembangunan tugu tersebut dikritik masyarakat karena dianggap menyerupai simbol Freemason.

Kepala Bidang Tata Ruang dan Bangunan Gedung Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Madiun, Gunawi, mengatakan anggaran yang dibutuhkan untuk membuat taman dan tugu demokrasi senilai Rp1 miliar. Anggaran tersebut paling besar digunakan untuk landscape taman. Namun, dia tidak memerinci lebih jauh soal penggunaan anggaran tersebut.

Mengenai konsep tugu, kata dia, merupakan hasil desain dari konsultan. Pemerintah melalui Dinas PU mempresentasikan keinginan tema taman dan tugu yang akan dibangun kemudian hal itu didesain oleh konsultan dan kemudian dikerjakan.

“Jadi konsep yang ingin disampaikan yaitu bertema Pancasila dan jumlah anggota DPRD Kabupaten Madiun,” kata dia di gedung DPRD setempat, Kamis (7/12/2017). (baca: Heboh Tugu DPRD Kabupaten Madiun Dianggap Mirip Simbol Freemason)

Dengan adanya kritik dari masyarakat mengenai bangunan tugu tersebut, pemerintah akan meredesain tugu itu. Nantinya anak tangga di bagian kanan akan dihilangkan dan anak tangga di bagian kiri akan ditambah simbol-simbol Pancasila. Selain itu bagian tengah akan dibentuk segilima sehingga berbeda dengan simbol Freemason.

Untuk redesain, pemerintah menyiapkan anggaran tambahan seniai Rp15 juta. Sehingga bangunan tersebut tidak perlu dibongkar hanya perlu dilakukan perbaikan.

Ketua DPRD Kabupaten Madium Djoko Setijono mengatakan setelah pihaknya menerima aduan masyarakat, pihaknya segera berkoordinasi dengan konsultan.  (baca pula:Dianggap Mirip Simbol Freemason, GP Ansor Desak Tugu DPRD Kabupaten Madiun Dibongkar)

Dia menegaakan bangunan tugu tersebut tidak mungkin dirobohkan. Untuk itu, pihaknya mempersiapkan desain ulang bangunan tugu tersebut.

lowongan pekerjaan
Salesman & Sopir, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
AMS Solo, Pendidikan Multikultur Pertama

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (27/11/2017). Esai inikarya Heri Priyatmoko, dosen Sejarah di Fakultas Sastra Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah heripri_puspari@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Menarik menyimak esai Bandung Mawardi berjudul Mengenang (Pendidikan) Guru (Solopos, edisi 24 November…