Ilustrasi (JIBI/Harian Jogja/Dok) Ilustrasi distribusi elpiji kemasan tabung isi 3 kg (JIBI/Harian Jogja/Dok.)
Jumat, 8 Desember 2017 02:50 WIB JIBI/Solopos/Newswire Semarang Share :

Pertamina Jateng dan DIY Curahkan 22.980 Elpiji 3 Kg ke Kabupaten Semarang

Pertamina Jateng dan DIY mendadak mendistribusikan 22.980 tabung elpiji 3 kg ke Kabupaten Semarang.

Solopos.com, SEMARANG — Tanpa adanya pengakuan jelas tentang adanya indikasi kelangkaan, PT Pertamina Marketing Operation Region (MOR) IV Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (Jateng dan DIY) mendadak mendistribusikan 22.980 tabung elpiji kemasan 3 kg ke wilayah Kabupaten Semarang, Jateng. Kantor Berita Antara menyebutkan bahwa distribusi itu sebagai operasi pasar.

“Kami lakukan operasi pasar di beberapa kecamatan di Kabupaten Semarang dengan total delapan titik,” kata Manager Communication dan CSR Pertamina MOR IV Jateng dan DIY Andar Titi Lestari sebagaimana dikutip Antara di Kota Semarang, Jateng, Kamis (7/12/2017). Operasi pasar elpiji kemasan tabung kapasitas 3 kg itu dilakukan di Kecamatan Tengaran, Suruh, Getasan, Ungaran Timur, Susukan, Bringin, dan Sumowono.

Andar Titi Lestari masih seperti dikutip Antara menyatakan bahwa distribusi ekstra elpiji kemasan 3 kg itu adalah untuk mengupayakan kondisi persediaan elpiji bersubsidi tetap kondusif. Tak sedikitpun disinggung dalam pernyataan itu pengakuan atas adanya kelangkaan elpiji bersubsidi di wilayah tersebut.

Bukan hanya di Kabupaten Semarang, Pertamina MOR IV Jateng dan DIY juga menambah pasok secara fakultatif di beberapa kabupaten/kota lain, seperti Kota Pekalongan, Kabupaten Pekalongan, Kabupaten Pemalang, dan Kabupaten Tegal hingga 20.160 tabung elpiji melon. “Perinciannya, 5.600 tabung di Kota Pekalongan, Kabupaten Pekalongan 9.520 tabung, Kabupaten Pemalang ada 3.360 tabung, dan Kabupaten Tegal 1.680 tabung. Kami lakukan untuk periode 8-9 Desember 2017,” paparnya.

Andar menjelaskan pendistribusian elpiji tiga kg yang merupakan elpiji bersubsidi adalah penugasan yang diamanahkan pemerintah kepada Pertamina sesuai dengan kuota yang sudah ditentukan. “Kami berkomitmen penuh dalam pendistribusian. Namun, dukungan penuh dari masyarakat dan pemerintah daerah sebagai pengawas di lapangan sangat diperlukan agar pendistribusian elpiji bersubsidi ini tepat sasaran,” katanya.

Apalagi, sambung dia, elpiji 3 kg sangat perlu disadari bahwa peruntukannya untuk rakyat miskin, para pelaku usaha mikro, sesuai dengan Peraturan Menteri ESDM Nomor 26/2009 tentang Penyediaan dan Pendistribusian Elpiji. Sesuai dengan Permen ESDM itu, terang dia, terutama tentang pendistribusian elpiji dan pengguna elpiji tertentu, yakni elpiji bersubsidi bahwa Pertamina hanya bertanggung jawab melakukan pengawasan sampai pangkalan elpiji.

“Kami harapkan masyarakat bisa beraktivitas seperti biasa karena Pertamina selalu mengevaluasi kebutuhan riil penggunaan elpiji tiga kg. Apabila dirasa kurang akan disuplai secukupnya sesuai kebutuhan wilayah tersebut,” katanya tanpa sedikitpun mengakui adanya indikasi kelangkaan elpiji bersubsidi kemasan tabung kapasitas 3 kg tersebut.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

lowongan pekerjaan
PT. Merak Jaya Abadi, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Pembuang Makanan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis (30/11/2017). Esai ini karya Setyaningsih, esais dan penghayat pustaka anak. Alamat e-mail penulis adalah langit_abjad@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Tahun lalu ternyata Indonesia memiliki prestasi yang wah cenderung angkuh. Prestasi itu bukan kemenangan di bidang olahraga,…