Adi, 3,5, bermain bersama Sahono, PJ Sekdes Kradenan, di rumahnya Dukuh Jatisari RT 004/RW 002, Kradenan, Trucuk, Klaten, Kamis (7/12/2017). (Cahyadi Kurniawan/JIBI/Solopos) Adi, 3,5, bermain bersama Sahono, PJ Sekdes Kradenan, di rumahnya Dukuh Jatisari RT 004/RW 002, Kradenan, Trucuk, Klaten, Kamis (7/12/2017). (Cahyadi Kurniawan/JIBI/Solopos)
Jumat, 8 Desember 2017 08:00 WIB Cahyadi Kurniawan/JIBI/Solopos Peristiwa Share :

Mirip Film India Terpopuler, Bocah Balita Tertinggal Rombongan Ini Diasuh Sekdes Klaten

Kisah bocah tak diketahui identitasnya tertinggal dari rombongan terjadi di Klaten.

Solopos.com, KLATEN — Kisah  menyerupai film Bajrangi Bhaijaan terjadi di Klaten. Anak balita yang belum diketahui identitas orang tuanya diasuh oleh perangkat desa. Anak balita itu sebelumnya bersama rombongan yang juga belum diketahui identitasnya.

Film Bajrangi Bhaijaan, merupakan flm India terpopuler produksi 2015. Film yang dibintangi Salman Khan dan Kareena Kapor ini menyabet sejumlah penghargaan. Bajrangi Bhaijaan, film menguras air mata, mengisahkan  bocah cilik tuna wicara (Shahida) asal Pakistan yang tertinggal dari orang tuanya. Dia tersesat di pusat kota Delhi, India. Film ini mengisahkan perjuangan Pawan Kumar Chaturvedi alias Bajrangi (Salman Khan) yang sama sekali tak tahu identitas dan keluarga bocah, menemukan keluarga sang bocah.

Di Klaten kisah mirip Shahida di Bajrangi Bhaijaan terjadi di Trucuk, klaten. Menurut informasi yang dihimpun Solopos.com, anak balita berusia 3,5 tahun itu itu awalnya dibawa oleh sekelompok orang yang diduga tengah dalam perjalanan jauh.

Saat tiba di Desa Kalikebo, Kecamatan Trucuk, rombongan turun dari mobil dan singgah ke minimarket. Diduga, pemilik minimarket curiga rombongan itu berusaha mencuri.

Saat didekati, pemilik minimarket malah didorong oleh salah satu dari mereka. Lalu, sebanyak dua orang kabur dengan mengendarai mobil.

Seorang Pria

Di lokasi kejadian, tertinggal seorang pria dan seorang anak balita. Pria itu diketahui warga tengah mendekap erat sang anak.  Pria itu ditahan di Polsek Trucuk. Sedangkan, anak balita diasuh sementara oleh perangkat desa hingga keluarganya ditemukan.

Sahono, Pelaksana Jabatan (PJ) Sekretaris Desa Kradenan, mengatakan ia tak kuasa melihat sang anak terus di Polsek. Ia meminta izin agar anak itu dibawa ke rumahnya agar bermain bersama anak-anaknya. “Anaknya sehat. Dia juga istilahnya elon atau gampang akrab,” ujar dia, saat ditemui wartawan di kantornya, Kamis (7/12/2017).

Belakangan, anak itu mengaku bernama Adi berusia sekitar 3,5 tahun. Menurut logat bicaranya, ia berasal dari daerah Jawa Timur.

“Pernah ditanya, kalau tidur sama siapa? ‘Sama nenek’. Saya juga heran, dia enggak pernah menanyakan keberadaan ibunya sampai sekarang,” tutur Sahono.

Untuk sementara, anak balita itu bakal tinggal di rumahnya di Dukuh Jatisari RT 004/RW 002, Desa Kradenan, Kecamatan Trucuk, Klaten. Ia direncakan bakal tinggal selama tiga hari sembari menunggu keluarga mengambilnya. “Setelah tiga hari kalau belum diambil nanti kami berkoordinasi dengan Dinsos untuk langkah selanjutnya,” kata dia.

Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan Trucuk, Mariyadi, mengatakan ia dan tim Program Kesejahteraan Sosial Anak (PKSA) Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB (Dinsos P3A dan KB) Klaten melakukan pendekatan terhadap anak itu.

Ia juga menggali informasi dari Polsek Trucuk dan berkoordinasi dengan panti yang akan merawat jika keluarganya tak diketahui keberadaannya. “Kami masih berusaha agar keluarga anak itu ditemukan karena pengasuhan anak paling baik ya keluarganya,” kata dia.

Kapolsek Trucuk, AKP Widji D. M., mengatakan polisi masih menelusuri hubungan keluarga pria dengan anak tersebut. Menurut dia, nenek sang anak diketahui berada di Surabaya. Sang nenek menyatakan akan menemui cucunya. “Saat ini mungkin dia sedang dalam perjalanan ke sini,” terang Kapolsek.

lowongan pekerjaan
PERUSAHAAN TEKSTIL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
AMS Solo, Pendidikan Multikultur Pertama

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (27/11/2017). Esai inikarya Heri Priyatmoko, dosen Sejarah di Fakultas Sastra Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah heripri_puspari@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Menarik menyimak esai Bandung Mawardi berjudul Mengenang (Pendidikan) Guru (Solopos, edisi 24 November…