Penyerahan bantuan dari masyarakat Gorontalo melalui PMI Kab Gorontalo kepada PMI DIY di Markas PMI DIY, Sleman, Kamis (7/12/2017). (Harian Jogja/Kusnul Isti Qomah) Penyerahan bantuan dari masyarakat Gorontalo melalui PMI Kab Gorontalo kepada PMI DIY di Markas PMI DIY, Sleman, Kamis (7/12/2017). (Harian Jogja/Kusnul Isti Qomah)
Jumat, 8 Desember 2017 12:20 WIB Kusnul Isti Qomah/JIBI/Harian Jogja Sleman Share :

Masyarakat Gorontalo Sumbang Rp103 Juta untuk Masyarakat DIY

Hal ini merupakan bantuan kemanusiaan dari masyarakat Gorontalo

Solopos.com, SLEMAN-Warga Gorontalo turut peduli terhadap masyarakat DIY yang terdampak Badai Cempaka beberapa waktu lalu. Melalui Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Gorontalo, mereka menyerahkan bantuan sebesar Rp103 juta.

Kepala Markas PMI Kabupaten Gorontalo Bobi Hasan menjelaskan, hal ini merupakan bantuan kemanusiaan dari masyarakat Gorontalo. “Ini semua sumbangan dari masyarakat yang kami kumpulkan dalam waktu satu minggu,” ujar dia kepada Harian Jogja di PMI DIY, Sleman, Kamis (7/12/2017).

Ia berharap, bantuan ini bisa meringankan beban masyarakat DIY yang terdampak bencana alam seperti longsor, banjir, pohon tumbang. Bentuk penyaluran bantuan diserahkan secara penuh kepada PMI DIY. “Kami serahkan penuh ke PMI DIY sesuai dengan tingkat kebutuhan masing-masing kabupaten dan kota,” papar dia.

Ia dan rombongan datang ke DIY tidak hanya untuk menyerahkan bantuan tersebut. Mereka juga berkunjung ke lokasi-lokasi terdampak Badai Cempaka seperti di Banyusoco, Playen, Gunungkidul dan Selopamioro, Imogiri, Bantul. “Kami ingin mengetahui langsung kondisi mereka dan bagaimana tindakan tanggap darurat yang dilakukan PMI DIY,” papar dia.

Ketua PMI DIY GBPH Prabukusumo mengapresiasi bantuan tersebut. “Bentuk penyalurannya nanti akan kami pikirkan lebih matang agar benar-benar sesuai kebutuhan misalnya dibelikan barang-barang yang dibutuhkan masyarakat,” terang dia.

Selain dari Gorontalo, bantuan juga datang dari Margaria senilai Rp30 juta. Bantuan-bantuan itu rencananya akan disalurkan merata di seluruh wilayah DIY. Penyaluran disesuaikan kebutuhan masing-masing daerah. “Masing-masing kabupaten dan kota kami minta melakukan inventarisasi dan evaluasi mengenai kebutuhan, agar tidak ada bantuan yang dobel dengan instansi lain. Jadi, [bantuan] lebih merata,” jelas dia.

 

LOWONGAN PEKERJAAN
SMK MUHAMMAADIYAH PROGRAM KHUSUS (PK) KARTASURA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
AMS Solo, Pendidikan Multikultur Pertama

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (27/11/2017). Esai inikarya Heri Priyatmoko, dosen Sejarah di Fakultas Sastra Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah heripri_puspari@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Menarik menyimak esai Bandung Mawardi berjudul Mengenang (Pendidikan) Guru (Solopos, edisi 24 November…