Pemain Persis Gotong royong mendapat pengarahan dari pelatih Eduard Tjong saat latihan di stadion Sriwedari, Solo< Selasa (4/4). (JIBI/SOLOPOS/ Sunaryo Haryo Bayu)
Jumat, 8 Desember 2017 07:30 WIB Moh. Khodiq Duhri/JIBI/Solopos Indonesia Share :

LIGA 3
Persis GR Hadapi  Lawan Berat di Laga Krusial

Liga 3 akan menyajikan laga Persis GR melawan Blitar United.

Solopos.com, JEPARA — Blitar United menjadi ujian berat bagi Persis Gotong Royong dalam mengarungi putaran final Liga 3 di Stadion Gelora Bumi Kartini Jepara, Jumat (8/12/2017). Kedua tim punya bekal yang tidak berimbang sebelum terlibat duel.

Blitar United untuk sementara menduduki puncak klasemen Grup H setelah mengemas 4 poin hasil sekali menang dan sekali imbang. Lawan Persimura Musi Rawas, Blitar United bermain imbang 0-0. Namun, di laga kedua, melawan PS Bangka Selection, anak asuh Gatot Mulbajadi tampil trengginas. PS Bangka Selection tanpa ampun dicukur hingga 7-0 oleh The Black Cats, julukan Blitar United.

Sementara itu, bekal kurang baik didapat Persis GR. Sebelum menghadapi Blitar United, Persis GR dipaksa takluk 0-1 oleh Persimura Musi Rawas, Rabu (6/12/2017). Persis GR saat ini menduduki peringkat tiga klasemen sementara. Persis GR berpeluang mendapat poin 3 jika dinyatakan menang walkover atas PS Bangka Selection.

Namun, hingga Kamis petang, belum ada keputusan resmi dari Komisi Disiplin PSSI terkait insiden keterlambatan tim PS Bangka Selection yang mengakibatkan laga lawan Persis GR urung dilaksanakan. “Sesuai regulasi, seharusnya kami dapat 3 poin. Tapi, belum ada keputusan resmi PSSI,” jelas Eduard Tjong saat dihubungi Solopos.com, Kamis (7/12/2017).

Edu mengaku sudah melihat gaya permainan Blitar United. Menurutnya, kekuatan Blitar United terlihat pada kolektivitas bermain. Mereka cenderung mengandalkan umpan-umpan pendek untuk menguasai jalannya pertandingan.

“Kerja sama tim Blitar United cukup bagus. Di lini depan, mereka punya pemain dengan postur kecil. Tapi, mereka cukup produktif mencetak gol. Kami akan coba mengandalkan pemain belakang kami yang berpostur lebih besar untuk meredam lini depan mereka. Tapi, kami tidak akan main bertahan. Kami akan tetap tampil menyerang untuk meraih kemenangan,” ucap Edu.

Edu menurunkan tiga pemain baru saat menghadapi Persimura Musi Rawas. Mereka adalah Arif Satria, Aris Ardiansyah dan striker Yandison Lambe. Pemasangan Arif di posisi bek tengah mendampingi Deni Kusnanto sebetulnya sebuah perjudian bagi Edu. Pasalnya, Arif baru bergabung dengan tim selama 10 hari.

“Tiga pemain baru kami kurang maksimal. Mungkin karena adaptasi mereka kurang. Arif tampil kurang bagus. Komunikasi dengan Deni tidak berjalan dengan baik. Lini belakang kami malah membuat pelanggaran yang membuat lawan mendapat hadiah penalti di awal laga,” papar Edu.

lowongan pekerjaan
PT.SEJATI CIPTA MEBEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
AMS Solo, Pendidikan Multikultur Pertama

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (27/11/2017). Esai inikarya Heri Priyatmoko, dosen Sejarah di Fakultas Sastra Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah heripri_puspari@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Menarik menyimak esai Bandung Mawardi berjudul Mengenang (Pendidikan) Guru (Solopos, edisi 24 November…