Polisi meminta keterangan kepada penyelenggara hajatan Moh. Asim, warga RT 002/RW 001, Dukuh Puhcacing, Desa Kori, Kecamatan Sawoo, Ponorogo, Kamis (7/12/2017). (Istimewa/Polres Ponorogo) Polisi meminta keterangan kepada penyelenggara hajatan Moh. Asim, warga RT 002/RW 001, Dukuh Puhcacing, Desa Kori, Kecamatan Sawoo, Ponorogo, Kamis (7/12/2017). (Istimewa/Polres Ponorogo)
Jumat, 8 Desember 2017 10:25 WIB Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com Madiun Share :

KERACUNAN PONOROGO
1 Meninggal dan 12 Orang Dirawat di RS Setelah Makan Makanan Hajatan

Keracunan Ponorogo, satu orang meninggal dunia dan 12 orang dirawat di RS setelah memakan makanan hajatan.

Solopos.com, PONOROGO — Satu orang meninggal dunia dan 12 orang harus dilarikan ke rumah sakit setelah memakan makanan hajatan, Kamis (7/12/2017) malam. Ketiga belas warga Desa Kori, Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo, tersebut diduga mengalami keracunan makanan.

Kapolres Ponorogo AKBP Suryo Sudarmadi mengatakan satu warga meninggal dunia setelah menjalani perawatan di RS Aisiyah Ponorogo yaitu Eni Ermawati, 28.

Suryo menuturkan peristiwa keracunan makanan ini bermula Setelah warga selesai mengikuti hajatan di rumah Moh. Asim, warga RT 002/RW 001, Dukuh Puhcacing, Desa Kori, Kecamatan Sawoo, Selasa (5/12/2017), sekitar pukul 19.30 WIB. Acara hajatan itu untuk mendoakan satu tahun anaknya yang bernama Hafis.

Ada 15 orang yang diundang Asim, tetapi yang berangkat hanya sembilan orang. Yaitu Boniran, Karni, Gunung, Dian, Sahlan, Dirna, Palil, Karsi, dan Yusuf.

Setelah hajatan rampung, kata Suryo, tuan rumah kemudian membagikan makanan untuk dimakan di lokasi dan sebagian dibawa pulang sebagai berkat. “Sedangkan yang tidak bisa hadir dalam hajatan itu juga dikasih makanan,” kata dia, Jumat (8/12/2017).

Berkat yang diberikan kepada warga itu berisi nasi, sayuran urap, daging ayam, telur, mi, tahu, dan roti. Warga pun menyantap makanan tersebut.

Selanjutnya pasa Kamis sore, para korban merasakan mual dan pusing. Selanjutnya, mereka dibawa ke Puskesmas setempat. Lantaran tidak mampu menangani kondisi warga, mereka pun kemudian dirujuk ks Rumah Sakit Aisiyah Ponorogo. Dan pada Kamis pukul 16.00 WIB, korban bernama Eni Ermawati meninggal dunia.

“Petugas kemudian datang ke lokasi dengan mengamankan barang bukti berupa makanan hajatan seperti telur, tahu, mi, roti. Petugas juga memintai keterangan saksi-saksi,” jelas dia.

Korban yang masih menjalani perawatan di RS Aisiyah Ponorogo yaitu Karsi, Karni, Dian, Narti, Hariyah, Tunik, Sri Wahyuni, Endang, Finti, Palil, Radia, dan Titik.

lowongan pekerjaan
PT.MERAPI ARSITA GRAHA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
AMS Solo, Pendidikan Multikultur Pertama

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (27/11/2017). Esai inikarya Heri Priyatmoko, dosen Sejarah di Fakultas Sastra Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah heripri_puspari@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Menarik menyimak esai Bandung Mawardi berjudul Mengenang (Pendidikan) Guru (Solopos, edisi 24 November…