Beasiswa Undip. Para mahasiswa penerima beasiswa berfoto dengan alumni Undip di kampus Undip, Tembalang, Semarang, Selasa (5/12/2017). (JIBI/Semarangpos.com/Istimewa-Humas Undip)
Jumat, 8 Desember 2017 08:50 WIB Imam Yuda S./JIBI/Semarangpos.com Semarang Share :

KAMPUS DI SEMARANG
Alumni Undip Bagi-Bagi Beasiswa

Kampus Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, alumninya membagi-bagikan beasiswa kepada mahasiswa kurang mampu.

Solopos.com, SEMARANG – Tak ingin dianggap sebagai kacang yang dengan kulitnya, alumni Universitas Diponegoro (Undip) Semarang ingin memberi kontribusi terhadap bekas kampus, yang pernah menjadi tempat mereka menuntut ilmu. Kontribusi itu dilakukan melalui pemberian beasiswa kepada para mahasiswa Undip Semarang yang kurang mampu.

Ada 60 mahasiswa kurang mampu di Undip Semarang yang mendapat beasiswa dari alumni tersebut. Penyerahan beasiswa dilakukan secara simbolis di Ruang Sidang Rektor Undip, kampus Tembalang, Semarang, Selasa (5/12/2017).

“Beasiswa Alumni ini sudah ada sejak 2016. Awalnya hanya 55 orang yang menerima beasiswa.Sekarang bertepatan dengan usia Undip yang menginjak 60 tahun, kami berikan beasiswa kepada 60 mahasiswa,” tutur Direktur Komunikasi dan Hubungan Alumni Undip, Mujid Farihul Amin, dalam siaran pers yang diterima Solopos.com, Kamis (7/12/2017).

Penerima Beasiswa Alumni dari Undip itu akan mendapatkan dana Rp500.000 setiap bulannya. Harapannya, para penerima beasiswa bisa mengelola uang itu dengan bijak.

Mahasiwa penerima harus bisa membedakan mana yang menjadi kebutuhan pokok dan keinginan. “Saya pesan, uang beasiswa ini dibagi tiga, 5% untuk diberikan ke orang tua, 25% untuk ditabung, dan sisanya untuk kebutuhan yang bukan keinginan,” ujar Ketua Pengelola Beasiswa Alumni Undip, Dharmawan.

Sementara itu Wakil Rektor Undip Semarang Bidang Komunikasi dan Hubungan Alumni, Budi Setiyono, berpesan agar penerima beasiswa bisa lebih berprestasi dibanding mahasiswa yang tidak menerima beasiswa. “Pola hidup harus berbeda dengan yang tidak menerima beasiswa. Manfaatkan sebaik mungkin, jangan untuk hal-hal yang tidak berguna. Sehingga, setelah lulus nanti memiliki etos kerja dan bisa gantian menolong adik angkatnya,” ujar Budi.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

LOWONGAN PEKERJAAN
PURWACARAKA MUSIC STUDIO, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
AMS Solo, Pendidikan Multikultur Pertama

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (27/11/2017). Esai inikarya Heri Priyatmoko, dosen Sejarah di Fakultas Sastra Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah heripri_puspari@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Menarik menyimak esai Bandung Mawardi berjudul Mengenang (Pendidikan) Guru (Solopos, edisi 24 November…