Heri Priyatmoko Heri Priyatmoko (Istimewa)
Jumat, 8 Desember 2017 06:00 WIB Kolom Share :

GAGASAN
AMS Solo, Pendidikan Multikultur Pertama

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (27/11/2017). Esai inikarya Heri Priyatmoko, dosen Sejarah di Fakultas Sastra Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah heripri_puspari@yahoo.co.id.

Solopos.com, SOLO–Menarik menyimak esai Bandung Mawardi berjudul Mengenang (Pendidikan) Guru (Solopos, edisi 24 November 2017). Disodorkan fakta berharga bahwa Solo tercatat sebagai pemula dalam pendidikan guru secara modern berkurikulum khas Eropa.

Kota Solo sebagai lokasi awal pendidikan guru di tanah jajahan memicu perdebatan berkaitan nalar tradisional, bahasa, pertumbuhan kota, dan identitas kejawaan. Para murid di Kweekschool banyak berasal dari luar kota.

Diuraikan pula di tengah geliat Jawa dan modernitas Eropa, para peserta didik berpikiran menjadi guru dengan mempelajari ilmu-ilmu baru atau asing. Esai ini hendak menambahkan fakta berharga yang terkunci dalam lemari sejarah.

Selain pionir mendirikan sekolah guru berbasis kurikulum Eropa, Solo juga merupakan kota pertama dan terdepan dalam membangun pendidikan multikultur di Indonesia periode kolonial.

Keragaman budaya Indonesia diajarkan lewat lembaga Algemmene Middelbare School (AMS) yang setaraf dengan sekolah menengah atas. Ing taoen 1925 wonten kabar ramé bilih ing Soerakarta badhé wonten AMS. Badhé wontenipoen AMS ing Soerakarta, jektosan. Directeuripoen inggih poenika toewan Dr. W.F. Stutterheim, sampoen dating.

Selanjutnya adalah: Demikian tulisan guru cum pengarang sastra Jawa

lowongan pekerjaan
PERUSAHAAN TEKSTIL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
AMS Solo, Pendidikan Multikultur Pertama

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (27/11/2017). Esai inikarya Heri Priyatmoko, dosen Sejarah di Fakultas Sastra Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah heripri_puspari@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Menarik menyimak esai Bandung Mawardi berjudul Mengenang (Pendidikan) Guru (Solopos, edisi 24 November…