Jumat, 8 Desember 2017 14:20 WIB Uli Febriarni/JIBI/Harian Jogja Kulon Progo Share :

Dua Kecamatan Ini Diharapkan Jadi Pusat Pembangunan Kawasan Perdesaan

Dua kecamatan di Kulonprogo memiliki potensi sebagai pusat pertumbuhan ekonomi, pariwisata dan budaya

Solopos.com, KULONPROGO-Pemerintah Kabupaten Kulonprogo berharap Kementerian Desa Tertinggal dan Transmigrasi, bisa mengembangkan Kecamatan Nanggulan dan Lendah, sebagai pusat pembangunan berbasis kawasan perdesaan.

Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (PMDP2KB) Kulonprogo Sutrisno menuturkan, dua kecamatan tadi memiliki potensi sebagai pusat pertumbuhan ekonomi, pariwisata dan budaya.

Kecamatan Nanggulan misalnya, memiliki potensi perdesaan berbasis minapolitan atau pusat budidaya perikanan, pusat kuliner berbasis ikan hasil budi daya. Terlebih lagi sudah didukung dengan adanya Pasar Ikan Nanggulan. Sebagian besar masyarakat di Desa Tanjungharjo, Wijimulyo, Jatimulyo juga memelihara ikan lele dan ikan bersisik seperti gurami, dan nila.

Sementara itu, Kecamatan Lendah bisa dikembangkan menjadi kawasan perdesaan berbasis industri batik. Di Kecamatan Lendah, ada tiga desa seperti Desa Ngentakrejo, Gulurejo, dan Sidorejo, yang sebagian besar masyarakatnya perajin batik.Sedangkan Desa Bumirejo, menjadi pusat lokasi pemasaran batik. Kecamatan Lendah juga memiliki potensi wisata alam seperti wisata Kawasan Bendungan Sapon, dan wisata budaya.

“Pengembangan Kecamatan Nanggulan hanya membutuhkan sentuhan dukungan program dan pendanaan. Dengan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi masyarakat, lebih jauh mengurangi kemiskinan dan pengangguran,” kata dia, pada Kamis (7/12/2017).

Kepala Dinas Perdagangan Kulonprogo Niken Probo Laras mengatakan, Disdag bekerja sama dengan Dinas Pariwisata dan Pertamina, akan mengembangkan Kecamatan Lendah sebagai kawasan wisata berbasis industri batik. Rencana tersebut masih dalam tahap pematangan, agar Pemkab Kulonprogo bisa mewujudkan industri, yang juga bisa menjadi potensi wisata.

lowongan pekerjaan
PT.SEJATI CIPTA MEBEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
AMS Solo, Pendidikan Multikultur Pertama

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (27/11/2017). Esai inikarya Heri Priyatmoko, dosen Sejarah di Fakultas Sastra Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah heripri_puspari@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Menarik menyimak esai Bandung Mawardi berjudul Mengenang (Pendidikan) Guru (Solopos, edisi 24 November…