Lee Jeong Hoon dan Moa (Instagram @leejeonghoon) Lee Jeong Hoon dan Moa (Instagram @leejeonghoon)
Jumat, 8 Desember 2017 13:45 WIB JIBI/Solopos.com/Okezone Issue Share :

Dituding Pelakor, Lee Jeong Hoon Disamakan Mulan Jameela versi Pria

Lee Jeong Hoon menikah dengan Moa Aiem jadi pemicu munculnya lagi rumor tak sedap.

Solopos.com, JAKARTA – Pernikahan Lee Jeong Hoon dan Moa Aiem yang digelar belum lama ini ternyata juga mengundang reaksi negatif publik. Sebab, tak sedikit yang menilai Lee telah merusak rumah tangga Moa dengan suami terdahulu, Irwan Chandra.

Sejatinya, rumor tentang Lee Jeong Hoon yang berstatus sebagai orang ketiga dalam rumah tangga Irwan Chandra sudah lama menghilang. Sayang, keputusan Lee menikahi Moa malah jadi pemicu munculnya lagi rumor tersebut.

Sempat ramai di pemberitaan, tudingan itu akhirnya sampai ke laman Instagram Lee Jeong Hoon. Meski mengaku tak peduli dengan anggapan tersebut, Lee rupanya tetap terpancing emosi dengan komentar warganet.

Seperti terlihat di laman Instagram-nya, aksi saling balas antara Lee Jeong Hoon dengan warganet atas tuduhan itu tampak begitu sengit. Lee yang mulai merasa gerah bahkan langsung berencana menyeret orang yang menghinanya ke jalur hukum.

Sayang, ancaman itu tidak lantas membuat warganet berhenti menyerang Lee Jeong Hoon. Mereka masih terus melontarkan anggapan serupa saat aksi saling balas komentar Lee dengan warganet diposting ulang di salah satu laman gosip Instagram.

“Mulan versi cowok,” ucap salah satu warganet.

“Mirip Mulan Jameela tapi versi cowok. Biar ganteng tapi kalau perebut istri orang rasanya pengen aku cakar-cakar mukanya,” sambung warganet lain.

LOWONGAN KERJA
PAUD EL-MEDINA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
AMS Solo, Pendidikan Multikultur Pertama

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (27/11/2017). Esai inikarya Heri Priyatmoko, dosen Sejarah di Fakultas Sastra Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah heripri_puspari@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Menarik menyimak esai Bandung Mawardi berjudul Mengenang (Pendidikan) Guru (Solopos, edisi 24 November…