Ilustrasi tingginya antusiasme warga mendatangi pasar murah. (JIBI/Solopos/Antara/Feny Selly) Ilustrasi tingginya antusiasme warga mendatangi pasar murah. (JIBI/Solopos/Antara/Feny Selly)
Jumat, 8 Desember 2017 12:15 WIB Asiska Riviyastuti/JIBI/Solopos Solo Share :

Bulog Gelar OP Beras dan Pasar Murah di Solo, Ini Jadwalnya

Bulog mengadakan OP beras dan pasar murah di Kota Solo.

Solopos.com, SOLO — Badan Urusan Logistik (Bulog) Subdivre III Surakarta mengadakan operasi pasar (OP) beras dan pasar murah di Kota Solo. Hal ini sebagai salah satu upaya untuk menekan kenaikan harga komoditas menjelang Natal dan Tahun Baru.

Kepala Bulog Subdivre III Surakarta, Titov Agus Sabelia Surya Pranata, menyampaikan saat ini harga beras di pasar telah menyentuh angka Rp9.500/kg-Rp10.500/kg untuk kualitas medium. Hal tersebut melebihi batas harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah, yakni Rp9.450/kg. Kenaikan harga tersebut telah terjadi sekitar sebulan terakhir.

Menurut dia, dengan kondisi saat ini, sudah wajib mengadakan OP. Hal ini karena berdasarkan aturan pemerintah, OP bisa dilakukan jika minimal selama tiga pekan terakhir, ada kenaikan harga minimal 10%.

“OP dilakukan Jumat-Sabtu [8-9/12/2017] di lima pasar, yakni Pasar Nusukan dan Pasar Harjodaksino pada Jumat serta Pasar Gede, Pasar Legi, dan Pasar Jongke pada Sabtu. Selain itu, mulai 13 Desember [Rabu] hingga 17 Desember [Minggu] diadakan pasar murah di lima kecamatan secara bergantian,” ungkap Titov saat ditemui di Solo, Kamis (7/12/2017).

Jadwal pasar murah yang akan digelar yakni Rabu (13/12/2017) di Laweyan, Kamis (14/12/2017) di Banjarsari, Jumat (15/12/2017) di Jebres, Sabtu (16/12/2017) di Pasar Kliwon, dan Serengan pada Minggu (17/12/2017).

Dia mengungkapkan kuota beras yang disediakan untuk OP dan pasar murah sebanyak 10 ton. Namun jika ada kekurangan bisa ditambah karena Bulog Subdivre III Surakarta memiliki cadangan beras  18.230 ton yang cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga Maret tahun depan.

“Selama OP dan pasar murah, beras akan dijual Rp8.000/kg sesuai dengan HET yang ditetapkan Pemkot Solo,” kata dia.

Titov menjelaskan sebelum melaksanaan OP dan pasar murah, pemerintah daerah (pemda) terlebih dahulu harus menetapkan HET produk yang akan dijual dan kuota yang diinginkan. Bulog dalam hal ini sebagai lembaga yang menyediakan barang.

Lebih lanjut, dia mengungkapkan pasar murah merupakan kegiatan Gerakan Stabilisasi Pangan (GSP) yang akan di-launching Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, pada Selasa (12/12/2017) mendatang.

Selama pasar murah, Bulog akan menjual beras premium seharga Rp10.000/kg dan Rp11.000/kg. Selain itu, disediakan juga gula pasir seharga Rp12.000/kg dan minyak goreng Rp11.500/kg.

Titov mengungkapkan permintaan OP dan pasar murah baru dilakukan oleh Pemkot Solo. Harapannya pemda yang lain bisa mengikuti untuk menjaga harga komoditas pangan di masyarakat tetap terjaga.

Kepala Dinas Perdagangan Solo, Subagiyo, mengungkapkan OP ini dilakukan karena dinilai ada ketidakwajaran harga di pasar.

Tak hanya melakukan OP, secara periodik, Dinas Perdagangan juga terlibat aktif di dalam Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) untuk melakukan pengawasan mengenai aturan pemerintah (HET), gejolak harga di pasar, dan ketersediaan barang.

LOWONGAN PEKERJAAN
SMK MUHAMMAADIYAH PROGRAM KHUSUS (PK) KARTASURA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
AMS Solo, Pendidikan Multikultur Pertama

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (27/11/2017). Esai inikarya Heri Priyatmoko, dosen Sejarah di Fakultas Sastra Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah heripri_puspari@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Menarik menyimak esai Bandung Mawardi berjudul Mengenang (Pendidikan) Guru (Solopos, edisi 24 November…