Para pemain Napoli merayakan gol. (JIBI/REUTERS/Ciro De Luca)
Jumat, 8 Desember 2017 09:30 WIB Chrisna Chanis Cara/JIBI/Solopos Liga Champions Share :

Ada Napoli, Atletico, dan Dortmund, Liga Europa Kian Panas

Liga Europa disebut-sebut bakal berlangsung ketat.

Solopos.com, ROTTERDAM —Napoli harus angkat kaki dari Liga Champions menyusul kekalahan 1-2 dari Feyenoord Rotterdam di laga terakhir fase grup. Hasil tersebut membawa Partenopei terlempar ke Liga Europa karena hanya mampu finis di peringkat ketiga grup.

Napoli bergabung bersama tim peringkat tiga grup lain seperti Atletico Madrid dan Borussia Dortmund untuk bertarung di babak 32 besar Liga Europa. Kehadiran tiga klub kuat buangan Liga Champions ini jelas membuat persaingan di Liga Europa kian membara. Kompetisi antarklub Eropa kasta kedua itu sejauh ini sudah menggaransi Arsenal, AC Milan, Lazio, hingga Olympique Lyon untuk bertarung di fase knock out.

Pelatih Napoli, Maurizio Sarri, tak melihat Liga Europa lebih mudah dibanding Liga Champions. Dia menyebut tim harus bertanding dengan determinasi tinggi untuk meraih kemenangan. Babak 32 besar Liga Europa kemungkinan bakal berlangsung Februari.

“Sebuah tim dalam level Eropa yang tidak punya banyak sejarah atau gelar juara, tidak bisa santai-santai atau meremehkan kompetisi ini,” ujar Sarri seperti dilansir Mediaset Premium, Kamis (7/12/2017).

Terlemparnya Napoli ke Liga Europa bisa dibilang cukup menyakitkan. Marek Hamsik dkk. sebenarnya bisa lolos ke babak 16 besar Liga Champions andai mampu membekuk Feyenoord, dengan catatan Shakhtar Donetsk takluk dari Manchester City.

“Malam ini tak mudah setelah mendengar skor dari pertandingan lainnya. Namun kami harus bercermin dan mencoba memahami bagaimana mulai memainkan sepak bola terbaik kami lagi,” ujar striker Napoli, Dries Mertens, dilansir uefa.com.

lowongan pekerjaan
PT. Merak Jaya Abadi, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
AMS Solo, Pendidikan Multikultur Pertama

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (27/11/2017). Esai inikarya Heri Priyatmoko, dosen Sejarah di Fakultas Sastra Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah heripri_puspari@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Menarik menyimak esai Bandung Mawardi berjudul Mengenang (Pendidikan) Guru (Solopos, edisi 24 November…