Surepto Mangun (JIBI/Solopos/Moh. Khodiq Duhri)
Kamis, 7 Desember 2017 17:25 WIB Moh. Khodiq Duhri/JIBI/Solopos Solo Share :

Surepto Mangun, Mantan Pemain Arseto Solo yang Emoh Jadi Pelatih

Surepto Mangung enggan jadi pelatih sepak bola seperti mantan-mantan rekan setimnya di Arseto Solo.

Solopos.com, SOLO – Hampir 60% mantan pemain Arseto Solo memilih mengabdikan hidupnya sebagai pelatih sepak bola. Bahkan, beberapa di antaranya sudah menjadi pelatih terkenal seperti Danurwindo, Kas Hartadi, Bambang Nurdiansyah, Inyong Lolombulan, Wahyu Teguh Wibowo, Bonggo Pribadi, Eduard Tjong, Widyantoro dan lain-lain.

Sebagian lagi menjadi pelatih di sebuah SSB seperti Sri Widadi dan Rochy Putiray. Namun, tidak demikian halnya dengan Surepto Mangun, 62, mantan pemain Arseto yang masuk angkatan pertama yang mengarungi musim kompetisi Galatama pada 1979-1980. Meski sebagian besar teman-temannya memilih menjadi pelatih, ayah tiga anak ini lebih menyukai dunia perbankan setelah tak lagi menjadi pemain.

“Setelah tidak aktif sebagai pemain bola, saya langsung masuk dunia perbankan. Saya di bank BUMN selama 30 tahun. Setelah itu saya mengikuti kompetensi hingga akhirnya bisa menjadi direktur di sebuah BPR di Semarang,” papar Surepto yang berposisi sebagai bek sayap saat masih membela Arseto Solo ini kepada Solopos.com, Rabu (6/12/2017).

Lalu apa alasan utama Surepto tidak lagi aktif di dunia sepakbola yang pernah membesarkan namanya kala itu? Kepada Solopos.com Surepto mengakui seorang pelatih punya tanggung jawab besar kepada tim, manajemen dan suporter. Pelatih menjadi pihak yang paling disalahkan atas merosotnya prestasi tim. Tidak heran, kata Surepto, kehidupan pelatih itu selalu diliputi perasaan waswas atau tidak tenang.

“Bagaimana bisa tenang kalau setiap akhir pekan selalu dihadapkan pada pertandingan. Bahkan kadang sepekan ada 2-3 pertandingan. Menang saja kadang jantung masih berdegup kencang, apalagi kalau kalah. Bawaannya selalu deg-degan terus,” papar Surepto.

Surepto mengaku tidak 100% meninggalkan dunia sepak bola. Dalam beberapa kesempatan, dia masih menangani pertandingan persahabatan yang melibatkan para pelegenda sepak bola Tanah Air. Kesuksesan Reuni Akbar eks Pemain Arseto yang diikuti 80-an peserta di Solo itu juga tidak lepas peran Surepto mangun dalam memobilisasi rekan-rekannya.

lowongan pekerjaan
PERUSAHAAN TEKSTIL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Pembuang Makanan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis (30/11/2017). Esai ini karya Setyaningsih, esais dan penghayat pustaka anak. Alamat e-mail penulis adalah langit_abjad@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Tahun lalu ternyata Indonesia memiliki prestasi yang wah cenderung angkuh. Prestasi itu bukan kemenangan di bidang olahraga,…