Shaggydog yang melakukan potong tumpeng atas rasa syukur karena masih bertahan selama 20 tahun, Rabu (6/12/2017). (Beny Prasetya/JIBI/Harian Jogja) Shaggydog yang melakukan potong tumpeng atas rasa syukur karena masih bertahan selama 20 tahun, Rabu (6/12/2017). (Beny Prasetya/JIBI/Harian Jogja)
Kamis, 7 Desember 2017 09:55 WIB Beny Prasetya/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

Rayakan Ultah Ke 20, Shaggydog Kolaborasi Bareng NDX dan JRX

Grup musik Shaggydog akan berbagi kemeriahan dengan menyelenggarakan konser amal di Liquid Club

Harianjgja.com, SLEMAN – Genap berumur dua dekade, Grup musik Shaggydog akan berbagi kemeriahan dengan menyelenggarakan konser amal di Liquid Club, Rabu (13/12/2017) mendatang.

Dalam acara yang dinamai Bersinar Bersama itu Shaggydog akan menyanyikan 16 lagu. Beberapa komposisi lagu itu akan dibawakan bersama NDX AKA Familia dan JRX alias Jerinx alias I Gede Ari Astina.

Pentolan Shaggydog, Heru Wahyono yang akrab dipanggil Heruwa menyatakan akan menampilkan 16 lagu yang di antaranya akan berkolaborasi dengan NDX AKA Familia dan JRX. “Mereka juga akan membawakan lagu Shaggydog dengan aransemen baru,” jelasnya pada jumpa pers di Doggy House, Kraton, Rabu (6/12/2017) sore.

Adapun dalam acara yang diselenggarakan pada pukul 20.00 WIB itu akan membawakan lagu Ambilkan Gelasku bersama NDX. “Ada yang secara akustik, bahkan kostum kita siapkan secara serius, kami udah nyiapkan hotpants,” jelasnya dengan nada bercanda.

Adapun dirinya juga mengungkapkan bahwa saat acara berlangsung, panitia akan menyediakan stan untuk donasi bencana. Di mana mereka tidak hanya menerima uang saja, bahkan benda dalam bentik apapun juga bisa diberikan pada panitia.

Dalam kesempatan tersebut mereka juga melakukan doa bersama dan kegiatan potong tumpeng sebagai ucapan syukur kepada Tuhan. Pasalnya mereka mampu mengeluarkan lima album, dan dinobatkan sebagai Karya Produksi Terbaik di genre Reggae/SKA/Rocksteady di Anugrah Musik Indonesia 2017.

Saat ditanya wartawan terkait umur panjang yang mereka miliki, Heruwa mengatakan bahwa dirinya tidak tahu, bahkan dia juga terkejut Shaggydog bisa hidup dan masih didengar hingga saat ini.

“Kami juga heran tahu tahu dua puluh tahun, mungkin karena saling menekan ego masing masing aja, toleransi tinggi sekali di antara kita, kalau sudah sebagai satu unit semua harus ditekan. Dan kami ini ini sebuah geng sebuah keluarga, kami tak punya teman nongkrong lagi selain grup ini, kita anggap ini sebuah keluarga,” katanya.

LOWONGAN PEKERJAAN
Harian Umum SOLOPOS, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Pembuang Makanan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis (30/11/2017). Esai ini karya Setyaningsih, esais dan penghayat pustaka anak. Alamat e-mail penulis adalah langit_abjad@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Tahun lalu ternyata Indonesia memiliki prestasi yang wah cenderung angkuh. Prestasi itu bukan kemenangan di bidang olahraga,…