Presiden Joko Widodo didampingi Wakil Presiden M. Jusuf Kalla dan Menteri Keuangan Sri Mulyani menyerahkan penghargaan Dana Rakca kepada Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi di Istana Negara, Jakarta, Rabu (6/12/2017). (JIBI/Solopos/Antara/Istimewa-Humas Setda Kota Semarang) Presiden Joko Widodo didampingi Wakil Presiden M. Jusuf Kalla dan Menteri Keuangan Sri Mulyani menyerahkan penghargaan Dana Rakca kepada Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi di Istana Negara, Jakarta, Rabu (6/12/2017). (JIBI/Solopos/Antara/Istimewa-Humas Setda Kota Semarang)
Kamis, 7 Desember 2017 06:50 WIB JIBI/Solopos/Antara Semarang Share :

PRESTASI SEMARANG
Semarang Diganjar Presiden Dana Rakca

Prestasi kembali dibukukan Kota Semarang dengan menerima penghargaan Dana Rakca dari Presiden Jokowi.

Solopos.com, SEMARANG — Kota Semarang kembali meraih penghargaan dari pemerintah pusat. Kali ini, Anugerah Dana Rakca diberikan Kementerian Keuangan atas prestasi Kota Semarang dalam pengelolaan keuangan daerah.

“Penghargaan Dana Rakca ini merupakan pencapaian prestasi kesekian kalinya yang diraih Kota Semarang,” kata Kepala Bagian Humas Sekretariat Daerah Kota Semarang Achyani di Semarang, Rabu (6/12/2017). Penyerahan Anugerah Dana Rakca tersebut dilakukan secara langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) kepada Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi di Istana Negara, kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.

Anugerah Dana Rakca, kata Achyani, merupakan penghargaan yang diberikan kepada pemerintah daerah yang berkinerja baik dalam aspek pengelolaan daerah, penyelenggaraan layanan dasar publik, perekonomian daerah, dan kesejahteraan masyarakat. Setidaknya ada tiga kota yang mendapatkan penghargaan Dana Rakca dari Kemenkeu, yakni Semarang, Depok, dan Surabaya, serta tiga kabupaten, yakni Karanganyar, Banyuwangi, dan Badung.

“Upaya Pemerintah Kota Semarang dalam memaksimalkan pembangunan beberapa tahun terakhir rupanya diamati dan mendapatkan apresiasi pemerintah pusat dengan penghargaan Dana Rakca ini,” katanya. Dengan mengedepankan kebijakan penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang prokemiskinan, kata dia, wajah Kota Semarang berubah dengan sangat cepat dengan tetap berpihak pada masyarakat miskin.

Ia menyebutkan berbagai fasilitas kebutuhan hidup yang serbagratis, seperti layanan kesehatan gratis, pendidikan gratis, internet gratis, transportasi gratis untuk wisatawan, hingga rekreasi gratis dengan bus tingkat wisata. “Kesuksesan pengembangan Kota Semarang ini menjadi menarik karena merupakan sebagai kota metropolitan terbesar kelima di Indonesia, tetapi APBD yang dimiliki tidak sebanding dengan kota-kota besar lainnya,” katanya.

Tercatat, kata Achyani, besaran APBD Kota Semarang 2017 sekitar Rp4,5 triliun atau jauh lebih sedikit jika dibandingkan dengan kota-kota metropolitan lainnya yang mencapai Rp6 triliun sampai Rp8 triliun.

Sementara itu, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan bahwa kunci terpenting dalam kesuksesan pembangunan Kota Semarang sekarang ini adalah partisipasi masyarakat. “Anggaran memang tidak banyak kalau pola pembangunannya instruktif seperti waktu-waktu lalu. Sekarang ‘kan polanya partisipatif, masyarakat yang menginisiasi, kami yang memfasilitasi,” kata politikus PDI Perjuangan itu.

Apalagi, kata dia, dengan dukungan pembangunan luar biasa dari Presiden Jokowi kepada Kota Semarang sehingga masyarakat tentu akan makin termotivasi untuk berpartisipasi dalam pembangunan.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

lowongan pekerjaan
PT.SEJATI CIPTA MEBEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Pembuang Makanan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis (30/11/2017). Esai ini karya Setyaningsih, esais dan penghayat pustaka anak. Alamat e-mail penulis adalah langit_abjad@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Tahun lalu ternyata Indonesia memiliki prestasi yang wah cenderung angkuh. Prestasi itu bukan kemenangan di bidang olahraga,…