Personil Marinir di Markas Komando (Mako) Lantamal IX Ambon, Maluku menjaga anak buah kapal (ABK) kapal ikan asing yang ditangkap gara-gara dituduh mencuri ikan di wilayah hukum Republik Indonesia, Minggu (14/12/2014). Awak KRI Abdul Halim Perdanakusumah-355 berhasil menangkap tujuh kapal ikan ilegal yang diawaki 69 warga Tiongkok, 60 warga Thailand, dan 11 warga Indonesia dengan memuat 578 ton ikan. (JIBI/Solopos/Izaac Mulyawan) ilustrasi (JIBI/Solopos/dok)
Kamis, 7 Desember 2017 10:15 WIB JIBI/Solopos/Antara Peristiwa Share :

Pemerintah China Ajukan Keberatan ke RI terkait Penangkapan Nelayan

Pemerintah China mengajukan keberatan terhadap Pemerintah RI.

Solopos.com, BEIJING — Aksi penangkapan kapal nelayan di wilayah perairan Nusantara pada 30 November 2017 lalu menuai protes dari Pemerintah China.

“Kami telah mengomunikasikan masalah ini dan mengajukan keberatan kepada Indonesia dan Timor Leste melalui saluran diplomatik,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Geng Shuang, di Beijing, Rabu (6/12/2017).

Geng Shuang meminta Pemerintah Indonesia dan Timor Leste segera membebaskan awak dan kapal pencari ikan asal China yang saat ini sedang ditahan.

Menurut informasi yang dia miliki, kapal tersebut beroperasi di wilayah perairan dengan berbekal surat persetujuan dari Pemerintah Timor Leste. “Pihak kami di sana sampai saat ini masih menangani persoalan tersebut,” tambah Geng.

Sebelumnya, Stasiun Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Kupang, Nusa Tenggara Timur, mengamankan kapal pencari ikan asal China karena memasuki perairan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia di perbatasan Timor Leste secara ilegal pada 30 November 2017.

“Kapal China yang kami tangkap beberapa waktu lalu sudah menangkap 30 ton ikan dan sudah kami amankan sebagai barang bukti,” kata Kepala Stasiun PSDKP Kupang, Mubarak, Senin (4/12/2017).

Mubarak mengungkapkan kapal yang dinakhodai Wong Zhi Yi (55) berkewarganegaraan China itu saat ditangkap berada di Laut Timor yang berada di ZEE Indonesia.

“Pelaku telah melakukan tindak pidana perikanan di wilayah perikanan RI, di laut ZEE Indonesia sehingga selanjutnya diproses secara hukum,” katanya.

Mubarak menambahkan Pemerintah China dan Timor Leste telah menandatangani kesepakatan kerja sama penangkapan ikan yang intinya mengizinkan kapal China menangkap ikan di wilayah perairan negara yang berbatasan langsung dengan Indonesia itu.

Namun pihak Stasiun PSDKP Kupang terus mengintensifkan pengawasan di perairan ZEE Indonesia yang berbatasan dengan Timor Leste.

“Kami tetap fokuskan pengawasan di perbatasan karena wilayah perairan Timor Leste sangat sempit sehingga rawan kapal-kapal asing memasuki dan menangkap ikan di wilayah perairan Indonesia,” kata Mubarak di Kupang.

lowongan pekerjaan
PERUSAHAAN TEKSTIL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Pembuang Makanan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis (30/11/2017). Esai ini karya Setyaningsih, esais dan penghayat pustaka anak. Alamat e-mail penulis adalah langit_abjad@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Tahun lalu ternyata Indonesia memiliki prestasi yang wah cenderung angkuh. Prestasi itu bukan kemenangan di bidang olahraga,…