Alat berat diturunkan dalam proses penanganan kebencanaan wilayah Prambanan, Selasa (5/12/2017). (Foto istimewa/trcbpbdsleman) Alat berat diturunkan dalam proses penanganan kebencanaan wilayah Prambanan, Selasa (5/12/2017). (Foto istimewa/trcbpbdsleman)
Kamis, 7 Desember 2017 22:20 WIB Abdul Hamid Razak/JIBI/Harian Jogja Sleman Share :

Nilai Kerugian Akibat Badai Cempaka di Sleman Capai Rp3,1 miliar

Saat ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman tengah melakukan pemulihan pascabencana

Solopos.com, SLEMAN- Total nilai kerugian bencana banjir, angin kencang, dan tanah longsor di wilayah Sleman mencapai Rp3,1 miliar. Saat ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman tengah melakukan pemulihan pascabencana.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman Makwan menjelaskan, nilai kerugian akibat bencana kemarin tidak hanya untuk fasilitas umum (fasum) dan fasilitas sosial (fasos) tetapi juga termasuk wilayah permukiman penduduk.

“Untuk fasum dan fasos, nilai kerugian Rp1,57 miliar sementara permukiman Rp1,53 miliar. Jadi total Rp3,1 miliar,” jelasnya kepada Harian Jogja, Kamis (7/12/2017).

Pemkab Sleman sendiri mengubah status darurat tanggap bencana banjir, angin kencang dan tanah longsor menjadi pemulihan bencana banjir, tanah longsor, dan angin kencang. Upaya tersebut dilakukan agar penanganan bencana bisa lebih cepat.

Perubahan status tersebut merupakan hasil evaluasi SK Bupati Nomor 128/Kep.KDH/A/2017 tanggal 29 November 2017 terkait Status Tanggap Darurat Bencana Banjir, Angin Kencang dan Tanah Longsor yang berakhir pada 5 Desember 2017.

Selama masa pemulihan, lanjut dia, tim reaksi cepat (TRC) BPBD Sleman beserta seluruh relawan kebencanaan di wilayah Prambanan melakukan proses evakuasi yang belum selesai. Termasuk, penanganan bagi para pengungsi. Meski mengungsi mandiri, tetapi kebutuhan logistik 38 KK tetap dipasok oleh Pemkab Sleman.

Sejak 28 November hingga 4 Desember, BPBD memasok 35 paket logistik pangan dan 10 paket selimut bagi para pengungsi yang tersebar di lebih 12 titik pengungsian. Dari 120 jiwa yang berstatus pengungsi, sebanyak tiga jiwa masih Balita dan sembilan jiwa termasuk lansia

“Untuk pasokan logistik disediakan oleh Dinsos dan kesehatan pengungsi akan dipantau oleh Dinkes. Sampai saat ini kondisi kesehatan pengungsi baik-baik saja,” katanya.

Ketua Forum Komunikasi Komunitas Relawan Sleman (FKKRS) Yoga Nugroho menambahkan, siklon Tropis Cempaka yang melanda wilayah Sleman pada 28 – 29 November lalu berdampak bencana di 16 kecamatan dari 17 kecamatan di Sleman.

Dampak di 12 kecamatan selain empat kecamatan (Prambanan, Mlati, Seyegan dan Gamping) adalah pohon tumbang, dengan kerusakan menimpa rumah ataupun jaringan listrik dan telepon. “Kecamatan yang tidak terdampak adalah kecamatan Turi,” jelasnya.

LOWONGAN PEKERJAAN
Harian Umum SOLOPOS, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Pembuang Makanan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis (30/11/2017). Esai ini karya Setyaningsih, esais dan penghayat pustaka anak. Alamat e-mail penulis adalah langit_abjad@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Tahun lalu ternyata Indonesia memiliki prestasi yang wah cenderung angkuh. Prestasi itu bukan kemenangan di bidang olahraga,…