Arini Subianto (JIBI/Bisnis/Abdullah Azzam) Arini Subianto (JIBI/Bisnis/Abdullah Azzam)
Kamis, 7 Desember 2017 11:35 WIB Renat Sofie Andriani/JIBI/Bisnis/liputan6.com Ekonomi Share :

Mengenal Arini Subianto, Wanita Terkaya Indonesia Berharta Rp11 Triliun

Arini Subianto dinobatkan sebagai wanita terkaya di Indonesia.

Solopos.com, JAKARTA – Publik Tanah Air dibikin penasaran dengan sosok bernama Arini Sarraswati Subianto. Pasalnya perempuan berusia 46 tahun itu dinobatkan sebagai wanita terkaya di Indonesia oleh Forbes, baru-baru ini.

Arini Subianto bertengger di peringkat ke-37 sekaligus posisi teratas sebagai wanita terkaya di Indonesia versi majalah bisnis Forbes yang telah merilis laporan bertajuk “2017 Indonesia’s 50 Richest Net Worth”. Menurut Forbes, kekayaan Arini Subianto ditaksir mencapai nilai US$820 juta atau setara dengan Rp11,07 triliun (Rp13.500 per US$1).

Arini Subianto adalah anak perempuan tertua konglomerat Indonesia Benny Subianto. Benny memulai karier di divisi alat berat PT Astra International Tbk. (ASII) dan berkontribusi terhadap pendirian PT United Tractors Tbk. (baca: Ini Daftar 10 Orang Terkaya Indonesia 2017 versi Forbes)

Dikutip dari laman resmi Forbes, Rabu (6/12/2017), Benny Subianto bergabung dengan Adaro sebagai Direktur pada 1972 dan menjadi Presiden Direktur pada tahun 1984. Kemudian ditunjuk komisaris, dan pada akhirnya sebagai Presiden Komisaris periode 1997-1999.

Benny Subianto mendirikan PT Persada Capital Investama pada tahun 2003 dan kemudian menjabat sebagai Presiden Direktur hingga akhir hayatnya. Benny Subianto pernah tercatat masuk dalam 50 orang terkaya di Indonesia versi Forbes selama dua tahun berturut-turut. Pada 2016, ia naik ke posisi 33 orang terkaya di Indonesia, setelah berada di urutan ke-39 pada 2015.

Setelah Benny Subianto tutup usia pada 4 Januari 2017, Arini Subianto serta merta mengambil alih kendali Persada yang ditaksir bernilai jutaan dolar. Arini Subianto saat ini menjabat sebagai direktur utama perusahaan induk milik keluarga, PT Persada Capital Investama.

Dia mengawasi segala bentuk investasi perusahaan tersebut mulai dari produk pengolahan kayu dan minyak sawit hingga pengolahan karet dan batu bara. Portofolio Persada sendiri mencakup 5% saham PT Astra International Tbk. dan sekitar 12% saham raksasa batubara, PT Adaro Energy Tbk.

Mengutip liputan6.com, terpilihnya wanita lulusan Parsons School of Design dan MBA di Fordham University untuk memegang kendali bisnis keluarga memang sudah menjadi impian sang ayah sejak lama.

Satu waktu, Benny Subianto pernah mengatakan kepada Forbes bahwa dirinya menginginkan setidaknya satu dari tiga putrinya untuk mengambil alih bisnisnya. Maka, saat Benny meninggal di usia 75 tahun, Arini muncul ke permukaan.

Adik perempuan bungsu Arini, Ardiani, 40, yang sebelumnya hanya sebagai ibu rumah tangga, turut membantu Arini di Persada. Sementara saudara perempuan lainnya, Armeilia, 44, memutuskan tetap menjalankan bisnis desain grafisnya sendiri.

Arini Subianto yang dikenal memiliki kecintaan yang besar pada buku-buku dan hadiah itu memiliki dua anak. Pada tahun 2003, Arini menggabungkan toko kado dan furniturnya di Jakarta dengan toko buku Aksara yang didirikan salah satu teman sekolahnya.

lowongan pekerjaan
PERUSAHAAN TEKSTIL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Pembuang Makanan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis (30/11/2017). Esai ini karya Setyaningsih, esais dan penghayat pustaka anak. Alamat e-mail penulis adalah langit_abjad@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Tahun lalu ternyata Indonesia memiliki prestasi yang wah cenderung angkuh. Prestasi itu bukan kemenangan di bidang olahraga,…