Sejumlah wisatawan dan warga mengunjungi Taman Sriwedari, Kamis (19/5/2016). Kawasan cagar budaya itu pernah menghelat kongres besar Sarekat Islam (SI), pelopor pergerakan nasional, pada Maret 1913. (Chrisna Chanis Cara/JIBI/Solopos) Sejumlah wisatawan dan warga mengunjungi Taman Sriwedari, Kamis (19/5/2016). Kawasan cagar budaya itu pernah menghelat kongres besar Sarekat Islam (SI), pelopor pergerakan nasional, pada Maret 1913. (Chrisna Chanis Cara/JIBI/Solopos)
Kamis, 7 Desember 2017 18:15 WIB Indah Septiyaning W./JIBI/Solopos Solo Share :

Masjid Raya Solo di Sriwedari Dilengkapi Menara 99 Meter

Pemkot Solo mematangkan rencana pembangunan masjid raya di Taman Sriwedari.

Solopos.com, SOLO — Masjid Raya Solo di Taman Sriwedari akan dilengkapi lima menara yang mengelilingi bangunan masjid. Satu di antara kelima menara itu dibangun setinggi 99 meter dan dilengkapi lift.

Desain tersebut kini memasuki tahap finalisasi dan akan ditetapkan dalam rapat pleno panitia pembangunan masjid Taman Sriwedari. Wakil Wali Kota (Wawali) Solo Achmad Purnomo mengatakan rapat pleno tinggal menunggu pengukuhan panitia pembangunan Masjid Taman Sriwedari oleh Wali Kota Solo F.X Hadi Rudyatmo sekaligus bertindak sebagai penasehat.

“Setelah panitia dikukuhkan, kemudian dilaksanakan rapat pleno penetapan desain masjid Taman Sriwedari,” kata Purnomo yang ditunjuk sebagai ketua umum panitia pembangunan masjid Taman Sriwedari ketika dijumpai wartawan di ruang kerjanya, Kamis (7/12/2017).

Sesuai konsep, Purnomo mengatakan pembangunan masjid di Sriwedari dengan konsep green design. Masjid itu tidak berkubah, namun hanya dibangun menara. Direncanakan dibangun lima menara mengelilingi bangunan masjid, di mana satu menara dibangun setinggi 99 meter dan dilengkapi lift.

“Desain masjid Taman Sriwedari akan dikonsep bergaya Jawa klasik atau tradisional,” katanya.

Lebih lanjut Purnomo mengatakan dari bangunan akan mengadopsi Masjid Agung Demak, Masjid Agung Kudus, Masjid Lasem dan Masjid Agung An Nur Pekanbaru yang kesemuanya bakal dikolaborasikan.

Setiap detail bangunan masjid memiliki filosofi masing-masing. Purnomo mencontohkan, menara yang dibangun setinggi 99 meter misalnya memiliki filosofi sesuai jumlah asmaul husna.

“Masjid Taman Sriwedari ini akan memiliki halaman luas tanpa ada pagar pembatas. Sehingga bisa digunakan saat Salat Idul Fitri, Idul Adha dengan menampung 7.600-an jemaah,” katanya. (baca: Masjid Raya Solo di Sriwedari akan Dibangun dengan Konsep Green Design)

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU PR) Solo Endah Sitaresmi Suryandari mengatakan penyusunan desain pembangunan Masjid Taman Sriwedari melalui tahapan konsultasi dengan para ulama, Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah, Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) dan tokoh masyarakat.

Dalam kepanitiaan itu, Purnomo dibantu enam ketua lain, yakni Ketua DPRD Solo Teguh Prakoso, Asisten Pemerintahan Setda Solo Said Romadhon, Ketua PP Muhammadiyah dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Subari, Ketua Majelis Tafsir Alquran (MTA) Ahmad Sukina, Ketua LDII Muhammad Thoyyibun, dan Ketua PCNU Ahmad Helmy Sakdillah.

 

lowongan pekerjaan
Salesman & Sopir, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Pembuang Makanan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis (30/11/2017). Esai ini karya Setyaningsih, esais dan penghayat pustaka anak. Alamat e-mail penulis adalah langit_abjad@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Tahun lalu ternyata Indonesia memiliki prestasi yang wah cenderung angkuh. Prestasi itu bukan kemenangan di bidang olahraga,…