Striker Persis GR Riky Junian berjibaku dengan pemain Persimura Musi Rawas saat kedua tim bertemu di putara final Liga 3 di Stadion Gelora Bumi Kartini Jepara, Rabu (6/12/2017). (Istimewa)
Kamis, 7 Desember 2017 06:10 WIB Moh. Khodiq Duhri/JIBI/Solopos Indonesia Share :

LIGA 3
Persis GR Ditumbangkan Persimura

Liga 3 diwarnai dengan kekalahan Persis GR.

Solopos.com, JEPARA — Persis Gotong Royong (GR) menelan kekalahan di laga kedua putaran final Liga 3. Menghadapi Persimura Musi Rawas di Stadion Gelora Bumi Kartini Jepara, Rabu (6/12/2017), Persis GR dipaksa takluk dengan skor 1-0.

Gol kemenangan Persimura dicetak melalui titik putih oleh Budiman Adi Wijaya pada menit ke-5. Wasit Wendi Umar dari Jogja langsung menghadiahi penalti begitu melihat pelanggaran yang dilakukan pemain anyar Persis GR Arif Satria. Setelah kecolongan di awal laga, anak asuh Eduard Tjong berusaha mengejar ketertinggalan. Riky Junian dkk. mampu menciptakan banyak peluang di mulut gawang lawan.

Namun, para pemain terlihat kurang tenang dalam penyelesaian akhir sehingga membuat banyak peluang terbuang percuma. Pada babak kedua, Persis GR meningkatkan intensitas serangan. Persis GR mengandalkan kolaborasi empat striker sekaligus yakni Ainudin Devira, Fanky Pasamba. Riky Junian dan Yandison Lambe. Akan tetapi, lagi-lagi mereka banyak menyia-nyiakan kesempatan untuk mencetak gol.

Eduard Tjong mengakui sebetulnya anak asuhnya sudah menuruti apa yang diperintahkannya. Namun, lini belakang Persis GR melakukan keteledoran dengan melakukan pelanggaran di awal laga. “Saya sudah ingatkan untuk mewaspadai 10 menit di awal dan di akhir pertandingan. Tapi, kita masih saja kecolongan,” ujar Edu saat dihubungi Solopos.com seusai pertandingan.

Kekalahan itu memaksa Persis GR harus bekerja lebih keras saat menghadapi Blitar United. Di hari yang sama, Blitar United menunjukkan keperkasaannya dengan menumbangkan PS Bangka Selection dengan skor telak 7-0.

“Lawan Blitar, kita harus kerja lebih keras. Kita harus tampil menyerang. Hari ini para pemain kurang tenang dalam menyelesaikan peluang. Mereka terlihat masih bingung di muka gawang. Padahal, mereka sudah melewati beberapa pemain. Mereka terlihat asal angkat [menendang] saja,” sesal Edu.

lowongan pekerjaan
PT.SEJATI CIPTA MEBEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Pembuang Makanan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis (30/11/2017). Esai ini karya Setyaningsih, esais dan penghayat pustaka anak. Alamat e-mail penulis adalah langit_abjad@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Tahun lalu ternyata Indonesia memiliki prestasi yang wah cenderung angkuh. Prestasi itu bukan kemenangan di bidang olahraga,…