Ilustrasi Kartu Identitas Anak (KIA). (JIBI/Solopos/Antara/Budiyanto) Ilustrasi Kartu Identitas Anak (KIA). (JIBI/Solopos/Antara/Budiyanto)
Kamis, 7 Desember 2017 14:35 WIB Taufiq Sidik Prakoso/JIBI/Solopos Klaten Share :

KARTU IDENTITAS ANAK
Anak-Anak di Klaten Bisa Miliki KIA Mulai 2018

Pemkab Klaten melayani pembuatan KIA tahun depan.

Solopos.com, KLATEN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten bakal melayani pembuatan kartu identitas anak (KIA) mulai 2018. Pada tahap awal, baru dipersiapkan untuk pembuatan KIA sekitar 5.000 keping.

Bergulirnya program KIA sesuai Permendagri No. 2/2016 tentang KIA. KIA memuat nama, nomor induk kependudukan, tempat tanggal lahir, alamat, agama, dan nama orangtua sesuai dengan akta lahir anak.

“Bentuknya seperti KTP. Tetapi tidak menggunakan chip,” kata Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Klaten, Widya Sutrisna, Rabu (6/12/2017).

Fungsi utama KIA sebagai identitas diri lantaran anak usia 0-17 tahun belum memiliki identitas diri selain akta kelahiran. Namun, KIA bisa dimanfaatkan untuk hal lain seperti mendapatkan diskon harga ketika anak membeli buku.

“Namun, kami fokus dulu KIA sebagai identitas diri. Baru nanti dikembangkan mungkin bisa bekerja sama dengan toko buku,” urai dia.

Widya menuturkan bergulirnya KIA dilakukan secara bertahap. Terbatasnya anggaran program KIA tahun depan belum bisa menjangkau seluruh anak di Kabupaten Bersinar.

“Kami bertahap dulu. Total anak di Klaten itu sekitar 300.000 orang. Diutamakan nanti yang sudah sekolah 5-17 tahun,” ungkapnya.

Plt. Kabid Pendaftaran Kependudukan Dispendukcapil Klaten, Sri Hartanto, mengatakan ada dua jenis KIA. Untuk anak usia 5-17 tahun terdapat foto dalam kartu identitas mereka. Sementara, anak usia 0-5 tahun tak perlu menggunakan foto.

Sri Hartanto menjelaskan untuk bergulirnya program tersebut pengadaan peralatan seperti printer dan blangko keping KIA dilakukan melalui APBD 2018. Satu keping diperkirakan seharga Rp5.000.

Terkait teknis bergulirnya program tersebut, Sri Hartanto menjelaskan masih berguru ke daerah lain yang sudah lebih dahulu menggulirkan KIA.

“Kami belajar dulu teknisnya ke daerah lain yang sudah berjalan seperti apa. Termasuk teknis kerja sama dengan toko-toko buku,” urai dia.

lowongan pekerjaan
PERUSAHAAN TEKSTIL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Pembuang Makanan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis (30/11/2017). Esai ini karya Setyaningsih, esais dan penghayat pustaka anak. Alamat e-mail penulis adalah langit_abjad@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Tahun lalu ternyata Indonesia memiliki prestasi yang wah cenderung angkuh. Prestasi itu bukan kemenangan di bidang olahraga,…