Program Kemudahan Impor Tujuan Ekspor Industri Kecil dan Menengah tengah disosialisasikan. (Arief Junianto/JIBI/Harian Jogja) Program Kemudahan Impor Tujuan Ekspor Industri Kecil dan Menengah tengah disosialisasikan. (Arief Junianto/JIBI/Harian Jogja)
Kamis, 7 Desember 2017 09:40 WIB Holy Kartika N.S/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

Ekspor DIY Terus Turun Impor Malah Naik

Nilai ekspor DIY terus turun jelang akhir tahun.

Solopos.com, JOGJA–Nilai ekspor DIY berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) terus mengalami penurunan. Kendati demikian, pada Oktober ini nilai ekspor ke Singapura mengalami pertumbuhan terbesar yakni mencapai 100,32%.

Kepala BPS DIY, JB Priyono mengatakan selama Oktober nilai ekspor DIY mencapai 31,4 juta dolar atau mengalami penurunan 0,35% dibanding bulan sebelumnya. Sedangkan ekspor DIY jika dibandingkan 2016 selama Januari-Oktober nilai ekspor mengalami kenaikan 18,78%.

“Tiga besar negara tujuan utama ekspor barang DIY bulan Oktober 2017 adalah Amerika Serikat, Jerman dan Jepang,” ujar Priyono, Rabu (6/12/2017).

Priyono menjelaskan ekspor ke Amerika Serikat yang tertinggi dengan nilai mencapai 10,8 juta dolar atau mengambil porsi sekitar 34,30%. Sedangkan ekspor ke Jerman mencapai 3,7 juta dolar dan Jepang nilai ekspor mencapai 2,4 juta dolar.

“Dari sepuluh besar negara tujuan ekspor, nilai ekspor terendah yakni dikirim ke Prancis dengan nilai ekspor hanya sebesar 785.000 dolar atau berkontribusi 2,5 persen,” imbuh Priyono.

Perkembangan ekspor secara year on year yakni pada Januari-Oktober 2016 terhadap Januari-Oktober 2017 mengalami peningkatan sebesar 18,78%. Dari sepuluh negara tujuan ekspor, tiga terbesar yakni diekspor ke Belanda dengan persentase 56,29%, Inggris sebesar 48,75% dan Australia sebesar 37,83%.

Priyono menambahkan khusus kawasan Asean, total ekspor DIY pada Oktober 2017 mencapai 2,4 juta dolar. Negara tiga besar ekspor di wilayah Asean antara lain Singapura, Malaysia dan Vietnam.

“Ekspor DIY di wilayah ini mengalami peningkatan sebesar 77,86 persen dari bulan sebelumnya, yang hanya mencapai 1,3 juta dolar. Peningkatan tersebut disebabkan adanya peningkatan nilai ekspor ke semua negara Asean,” imbuh Priyono.

Sementara pada catatan impor DIY, Priyono memaparkan terdapat peningkatan hingga 9,83% dibandingkan bulan sebelumnya. Impor DIY sebagian besar berasal dari lima negara yakni India, Hongkong, Tiongkok, Korea Selatan dan Jepang. Peningkatan impor pada Oktober 2017 disebabkan salah satunya karena naiknya impor India mencapai 561,94%.

“Komoditas impor yang paling banyak masuk ke DIY yakni buku dan barang cetakan yang merupakan produk impor dengan nilai tertinggi yang mencapai 224.000 dolar. Nilai tersebut setara dengan 28,24 persen dari keseluruhan nilai impor,” papar Priyono.

lowongan pekerjaan
PT.MERAPI ARSITA GRAHA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Pembuang Makanan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis (30/11/2017). Esai ini karya Setyaningsih, esais dan penghayat pustaka anak. Alamat e-mail penulis adalah langit_abjad@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Tahun lalu ternyata Indonesia memiliki prestasi yang wah cenderung angkuh. Prestasi itu bukan kemenangan di bidang olahraga,…