Suasana Pasar Burung Gawok, yang berdiri di belakang Terminal Wates, Rabu (6/12/2017). (Uli Febriarni/JIBI/Harian Jogja) Suasana Pasar Burung Gawok, yang berdiri di belakang Terminal Wates, Rabu (6/12/2017). (Uli Febriarni/JIBI/Harian Jogja)
Kamis, 7 Desember 2017 15:20 WIB Uli Febriarni/JIBI/Harian Jogja Kulon Progo Share :

Dianggap Tak Layak, Pasar Burung Gawok akan Dipindah

Pasar Burung Gawok, yang berdiri di belakang Terminal Wates, rencananya akan dipindah

 
Solopos.com, KULONPROGO-Pasar Burung Gawok, yang berdiri di belakang Terminal Wates, rencananya akan dipindah ke sisi utara Pasar Hewan Terpadu, di Pengasih, Kulonprogo. Pemindahan dilakukan karena pasar itu dinilai sudah tidak laik dan terlalu padat.

Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian dan Pangan Kulonprogo, Nur Syamsu Hidayat mengatakan, tahapan yang sudah dilakukan adalah pembebasan tanah seluas 5.000 meter persegi, yang berada di sisi utara Pasar Hewan Terpadu.

Nantinya sekaligus akan digunakan sebagai akses jalan masuk. Tanah yang telah berhasil dilakukan pembebasan lahan pada 2016 itu, telah memiliki sertifikat pada tahun ini. Selain itu, Detail Engineering Design (DED) juga telah dibuat, untuk pasar burung dan rumput.

“Pasar rumput yang ada di sebelah selatan pasar burung saat ini, juga akan dipindahkan. Jadi kepastian rencana pemindah sudah jelas,” kata dia, Rabu (6/12/2017).

Pemindahan pasar burung diperlukan, mengingat kondisi pasar burung yang ada sekarang sudah tidak laik lagi digunakan, karena terlalu padat. Selain itu aktivitas di sana mulai dinilai mengganggu lalu-lintas pengguna jalan.

Lokasi baru pasar burung di Pasar Hewan Terpadu, dinilai akan lebih representatif, dapat menampung seluruh pedagang yang dipindahkan, bahkan dimungkinkan bisa menampung lebih banyak lagi pedagang.

Setelah pasar burung dan pasar rumput menjadi satu aktivitas di Pasar Hewan Terpadu, nantinya pengelolaan pasar burung tidak lagi di bawah pengelolaan Dinas Perdagangan. Melainkan di bawah pengelolaan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pasar Hewan dan RPH di bawah Dinas Pertanian dan Pangan.

Ia menjelaskan, Pemkab sudah mengusulkan dana sebesar Rp6 miliar, kepada Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (Pemda DIY), untuk dialokasikan membangun pasar burung dan rumput, pada 2018 mendatang.

LOWONGAN PEKERJAAN
PURWACARAKA MUSIC STUDIO, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Pembuang Makanan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis (30/11/2017). Esai ini karya Setyaningsih, esais dan penghayat pustaka anak. Alamat e-mail penulis adalah langit_abjad@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Tahun lalu ternyata Indonesia memiliki prestasi yang wah cenderung angkuh. Prestasi itu bukan kemenangan di bidang olahraga,…