Foto ilustrasi peternakan ayam (JIBI/Harian Jogja/Antara)
Kamis, 7 Desember 2017 05:20 WIB Herlambang Jati Kusumo/JIBI/Harian Jogja Bantul Share :

Ayam Hanyut Diterjang Banjir, Peternak di Bantul Rugi hingga Rp300 Juta

Peternak ayam dan kambing di Sriharjo, Imogiri mengalami kerugian ratusan juta rupiah

Solopos.com, BANTUL –-Peternak ayam dan kambing di Sriharjo, Imogiri mengalami kerugian ratusan juta rupiah akibat banjir yang melanda kawasan Bantul satu pekan lalu.

Penanggung Jawab kepala desa Sriharjo mengatakan kerugian yang dialami peternak hingga Rp300 juta. “Di daerah Sriharjo ayam yang hanyut sekitar 5.000 ekor, jika ditotal sekitar Rp250 juta ditambah kambing 50 ekor yang hanyut kisaran Rp50 juta kalau ditotal,” ujarnya.

Kepala Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan (Diperpautkan), Bantul, Pulung Haryadi mengatakan pihak Diperpautkan tidak ada bantuan ternak. “Tidak ada bantuan ternak hanya saja program peternakan 2018 kita prioritaskan ke Sriharjo,” ujarnya.

Menurut Skretaris Komisi B DPRD Bantul, Yudha Pratesisianta Wibowo seharusnya pemerintah segera mengambil sikap terhadap bencana yang menimpa masyarakat Bantul itu.

“Pemerintah, Bupati atau dinas terkait segera mendata para peternak, kerugian berapa dan segera mengambil sikap. Paling tidak ada alokasi dana tidak terduga kesitu,” ujarnya.

Menurutnya pemerintah harus membuat program yang nyata untuk memberi semangat kembali para peternak, karena hal itu merupakan mata pencaharian utama mereka.

Ditambahkan oleh Anggota Komisi D DPRD Bantul, Sudarmanto, bahwa program bantuan ternak yang beberapa waktu lalu dihapuskan oleh Bupati, sebenarnya bisa menjadi solusi dalam kondisi darurat seperti ini.

“Seharusnya Pemerintah tetap menganggarkan, program ini tetap kami perjuangkan bersama temen-temen dari Fraksi PDI- Perjuangan, tujuan kami untuk mengurangi angka kemiskinan di Bantul yang masih di angka 14%,” ujarnya.

Dikatakan olehnya bantuan yang terdampak banjir di prioritaskan pada kerusakan infrastruktur secara umum atau fasilitas umum, jembatan, dan sejenisnya untuk kerugian ternak dan lainnya mungkin bisa dengan mendesak Bupati dan Dinas terkait.

“Kita dapat mendesak Bupati atau dinas terkait untuk tetap merealisasikan program BKK untuk kelompok ternak yg di pending itu kalau perlu masyarakat datangi Bupati rame-rame asal kompak saya siap di Baris terdepan,” ujarnya.

LOWONGAN PEKERJAAN
SMK MUHAMMAADIYAH PROGRAM KHUSUS (PK) KARTASURA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Pembuang Makanan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis (30/11/2017). Esai ini karya Setyaningsih, esais dan penghayat pustaka anak. Alamat e-mail penulis adalah langit_abjad@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Tahun lalu ternyata Indonesia memiliki prestasi yang wah cenderung angkuh. Prestasi itu bukan kemenangan di bidang olahraga,…