Poster festival durian di Kudus yang dipastikan sebagai hoaks. (Instagram-@polreskudus) Poster festival durian di Kudus yang dipastikan sebagai hoaks. (Instagram-@polreskudus)
Rabu, 6 Desember 2017 12:50 WIB R. Wibisono/JIBI/Semarangpos.com Semarang Share :

TURN BACK HOAX
Festival Durian di Buper Kajar Kudus Dipastikan Hoaks

Turn back hoax kali ini tentang festival durian di Kudus yang sempat membuat geger.

Solopos.com, KUDUS – Belakangan hari ini, di tengah-tengah masyarakat Kabupaten Kudus, Jawa Tengah (Jateng), beredar kabar akan ada festival makan durian sepuasnya dengan membayar uang senilai Rp50.000 di Bumi Perkemahan (Buper) Desa Kajar, Kecamatan Dawe, Sabtu (9/12/2017) mendatang. Demi melaksanakan upaya turn back hoax atau perlawanan terhadap hoaks, polisi di Kudus memastikan festival durian tersebut hanya kabar bohong.

Melalui media sosial Instagram, Selasa (5/12/2017), Polres Kudus menyatakan festival durian di tempat tersebut merupakan kabar bohong alias hoaks. Kasubbag Humas Polres Kudus AKP Sumbar Priyono yang telah meminta konfirmasi ke Pemkab Kudus memastikan tak ada rencana festival durian di Buper Kajar.

Ia juga menyatakan Polres Kudus belum menerima pemberitahuan dari pihak penyelenggara terkait festival durian itu. “Polres Kudus juga sampai saat ini belum ada pemberitahuan dari pihak terkait tentang adanya rencana festival tersebut. Oleh karena itu, kami tegaskan kalau berita tersebut adalah Hoax,” begitu jelas Sumbar dalam paparannya demi melaksanakan turn back hoax.

Sebelumnya, bereda poster pemberitahuan di media sosial dan pesan berantai tentang acara tersebut. Dari poster yang diketahui merupakan hoaks tersebut, peserta festival hanya diwajibkan membayar uang senilai Rp50.000 demi menikmati duren sepuasnya. Simbol Pemkab Kudus pun tersemat pada pojok kanan atas poster itu.

Aparat Polres Kudus mengimbau kepada masyarakat untuk tak langsung mempercayai kabar yang beredar di media sosial maupun pesan berantai. Selain polisi, upaya turn back hoax juga seharusnya dijalankan masyarakat sipil agar kabar bohong tak menyebar, terlebih sampai membuat heboh. (Ginanjar Saputra/JIBI/Semarangpos.com)

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

LOWONGAN PEKERJAAN
PURWACARAKA MUSIC STUDIO, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Sekaten, Ritual dan Dakwah

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (2/12/2017). Esai ini karya Muh. Fajar Shodiq, dosen Ilmu Sejarah di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah fajarshodiq70@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Awal Desember ini Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat (Keraton Solo) dan…