Halte bus Trans Jogja (JIBI/dok)
Rabu, 6 Desember 2017 20:55 WIB Ujang Hasanudin/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

TRANSPORTASI JOGJA
Ini Macam-Macam Tiket Trans Jogja dan Cara Membelinya

Transportasi Jogja berupa Trans Jogja terus dibenahi

Solopos.com, JOGJA– Sejak awal peresmian Trans Jogja pada 2008 lalu penggunaan tiket non tunai untuk bus Trans Jogja sudah dicanangkan bahkan selama setahun di 2008 pengguna tiket non tunai sudah sekitar 7%.

Namun Kepala UPT Trans Jogja, Sumariyoto mengatakan pihaknya masih tetap memberikan layanan non tunai bagi masyarakat yang belum terbiasa dengan non tunai.

Sampai November 2017, pengguna tiket tunai sudah turun menjadi sekitar 76,5%, atau pengguna tiket non tunai mencapai 23,5%. Sumariyoto berujar penggunaan tiket non tunai bisa dilayani di empat bank BUMN. Namun Dinas Perhubungan DIY juga bisa melayani kartu non tunai.

Pelayanan kartu non tunai untuk tiket Trans Jogja bisa diakses kantor Dinas Perhubungan DIY di Babarsari Sleman. Selain itu, ada lima halte besar yang juga bisa mengeluarkan kartu non tunai, di antaranya Halte Bandara dan Halte Gamping.

”Masyarakat cukup deposit Rp25.000 sudah mendapat kartu langganan Trans Jogja,” kata Sumariyoto, dalam talkshow live bersama Sindo Trijaya FM di Hotel Harper Mangkubumi, Rabu (6/12/2017).

Dinas Perhubungan mengeluarkan tiga kartu layanan tiket langganan Trans Jogja, yakni single trip yang berlaku untuk satu kali perjalanan dengan harga tiket Rp3.000. Tiket ini dibeli dengan uang pas di halte yang ada petugasnya. Sementara dua kartu lainnya adalah reguler trip dengan harga tiket Rp2.700 untuk sekali naik, dan studen card dengan harga Rp1.800 sekali perjalanan untuk pelajar.

”Penggunaan tiket non tunai akan lebih mudah, praktis, dan hemat. Masyarakat tidak perlu lagi antre membeli tiket di halte, karena dengan kartu langganan masyarakat bisa naik di halte portabel yang tidak ada petugasnya,” papar Sumariyoto.

Ia menegaskan penggunaan tiket non tunai sudah menjadi kebutuhan, karena selain menghemat waktu, juga bisa menghindari penyimpangan dan penyelewengan bagi petugas Trans Jogja.

Karena itu ia berharap bank-bank yang sudah bekerjasama dengan Trans Jogja juga turut mensosialisasikan dan memberikan promo-promo pada waktu-waktu tertentu untuk menarik minat masyarakat menggunakan Tarnas Jogja.

Sri Fitriani mengatakan gerakan pembayaran non tunai sampai sekarang terus meningkat dan sudah merambah di segala layanan pembayaran, termasuk Trans Jogja, karena non tunai merupakan sistem pembayaran yang cepat dan mudah, ”Masyarakat tidak lagi harus direpotkan dengan uang receh, tapi cukup menggunakan kartu,” kata dia.

Kedepan, ia berharap gerakan non tunai dalam layanan Trans Jogja lebih ditingkatkan lagi. Caranya dengan memperbanyak fasilitas dalam kartu tiket Trans Jogja, sehingga masyarakat yang memiliki kartu Trans Jogja bisa menggunakan dalam fasilitas lain, misalnya naik kereta dan sebagainya.

Sementara Yeni Eka Susanti menyarankan penggunaan tiket Trans Jogja bisa dimasifkan dari aparatur sipil negara (ASN). Menurutnya, kartu pegawai ASN kedepan perlu didesain agar bisa difungsikan juga dalam berbagai layanan, termasuk layanan Trans Jogja.

lowongan pekerjaan
Impressions Body Care Center, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Sekaten, Ritual dan Dakwah

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (2/12/2017). Esai ini karya Muh. Fajar Shodiq, dosen Ilmu Sejarah di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah fajarshodiq70@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Awal Desember ini Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat (Keraton Solo) dan…