Dewi Perssik (Instagram @dewiperssikreal) Dewi Perssik (Instagram @dewiperssikreal)
Rabu, 6 Desember 2017 13:30 WIB JIBI/Solopos.com/Newswire Issue Share :

Transjakarta Mengaku Bingung dengan Laporan Dewi Perssik

Transjakarta mengaku bingung dengan pelaporan Dewi Perssik.

Solopos.com, JAKARTA – Pihak TransJakarta mengaku tidak paham laporan yang dilayangkan Dewi Perssik atas salah satu petugasnya, Harry Maulana Saputra. Sikap Dewi Perssik yang langsung melaporkan Harry ketika tengah bertugas pun dinilai tidak sebanding dengan laporan Harry pada kepolisian terkait kasus tersebut.

Pasalnya, laporan Harry tidak menyertakan siapapun sebagai terlapor dan masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. Sembari menemani Harry dengan pendampingan selama kasus ini bergulir, Wibowo selaku kepala bagian Humas TransJakarta mengaku masih butuh kejelasan lebih lanjut mengenai maksud laporan Dewi Perssik tersebut.

“Kami sebenarnya bingung, karena apa yang disampaikan Harry itu tidak menyebutkan nama atau siapapun. Pihak terlapor itu masih dalam penyelidikan kepolisian. Nah, kami agak bingung karena dari laporan yang kami terima dari media bahwa petugas TransJakarta dilaporkan. Harry itu belum menyampaikan nama terlapor,” kata Harry pada Go Spot RCTI, tayang Rabu (6/12/2017).

Seperti yang diketahui, baik pihak Dewi Perssik maupun Harry punya klaim yang berbeda. Pedangdut yang juga akrab disapa Depe itu mengaku mendapat hak diskresi dari petugas patroli dan pengawalan (Patwal) sementara polisi itu tidak terlihat bagi Harry.

Belakangan, pihak Depe mengaku sang polisi ketinggalan karena masih di kawasan Arteri, Jakarta Selatan sementara kasus tersebut terjadi di kawasan Pejaten, Jakarta Selatan.

Sementara itu, pihak Polda Metro Jaya masih ingin mencari tahu siapa yang menggunakan hak diskresi untuk memperbolehkan Depe menggunakan jalur TransJakarta. Kombespol Argo Yuwono selaku Kabid Humas Polda Metro Jaya juga sudah menegaskan mengenai laporan Harry yang lebih menekankan pada mobil yang dikendarai Depe dan Angga, suaminya. Depe menilai tindakannya sudah sesuai dengan prosedur dan tidak seharusnya mendapat reaksi keras dari Harry.

“Dia [Harry] merasa tidak nyaman karena ada kata-kata yang menyinggung perasaannya. Dengan adanya seperti itu, yang bersangkutan datang ke Polda Metro, melaporkan ada mobil yang melintas di situ, melintas jalan busway, dan kemudian dia sebagai petugas di situ sedang jaga. Tentunya pihak kepolisian akan mendalami hal itu,” papar Argo.

“Aku sudah capek. Aku dituduh-tuduh terus, kayaknya ini salah, itu salah, padahal aku memang diperintahkan sama polisi dan memang dalam pengawalan,” keluh Depe.

lowongan pekerjaan
Salesman & Sopir, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Sekaten, Ritual dan Dakwah

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (2/12/2017). Esai ini karya Muh. Fajar Shodiq, dosen Ilmu Sejarah di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah fajarshodiq70@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Awal Desember ini Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat (Keraton Solo) dan…