Aksi pemblokiran akses jalan menuju lokasi pembangunan jalan tol Batang-Pemalang di Desa Masin, Kecamatan Warungasem, Batang, Jateng, Selasa (5/12/2017). (JIBI/Solopos/Antara/Kutnadi) Aksi pemblokiran akses jalan menuju lokasi pembangunan jalan tol Batang-Pemalang di Desa Masin, Kecamatan Warungasem, Batang, Jateng, Selasa (5/12/2017). (JIBI/Solopos/Antara/Kutnadi)
Rabu, 6 Desember 2017 02:50 WIB JIBI/Solopos/Antara Semarang Share :

Tol Batang-Pemalang Kecewakan Warga, Akses ke Proyek Diblokir

Tol Batang-Pemalang diblokir akses ke proyek pembangunannya karena mengecewakan warga setempat.

Solopos.com, BATANG — Proyek pembangunan jalan tol Batang-Pemalang mengecewakan warga setempat karena sejumlah janji tak dipenuhi kontraktor. Warga pun memblokir akses ke proyek pembangunan jalur jalan bebas hambatan tersebut.

Kantor Berita Antara, Selasa (5/12/2017), mengekspose pemblokiran itu. Namun bukannya mengungkap fakta kekecewaan warga atas belum dipenuhinya janji oleh PT Waskita Karya selaku kontraktor proyek tol Pemalang-Batang, melainkan lebih mengedepankan keluhan kalangan yang diklaim merasa terganggu oleh adanya aksi pemblokiran tersebut.

Menurut kantor berita pelat merah itu, masyarakat meminta pemblokiran akses jalan menuju lokasi proyek jalan tol Pemalang-Batang dihentikan karena diklaim merugikan banyak orang. Sejumlah pengguna jalan lain di Batang, menurut Antara, menuding pemblokiran akses jalan menuju proyek jalan tol Pemalang-Batang yang berlangsung selama dua hari terakhir ini berdampak luas terhadap aktivitas warga yang masih menggantungkan jasa angkutan umum.

“Aksi blokir yang dilakukan oleh warga Desa Masin merugikan masyarakat atau pengguna jalan. Kami yang bekerja di sebuah perusahaan tekstil yang setiap harinya dijemput oleh bus perusahaan terpaksa kini harus membawa sepeda motor sendiri padahal biasanya dijemput oleh bus perusahaan,” kata Wawan.

Kepala Desa Masin, Sugiyanto mengatakan pemerintah desa sudah melakukan pendekatan dengan warga desa agar membuka akses jalan karena PT Waskita Karya selaku kontraktor proyek tol Pemalang-Batang sudah memenuhi beberapa tuntutan warga. Sejumlah tuntutan warga Desa Masin itu, kata dia, antara lain pemasangan lampu penerangan pada jalan akses menuju lokasi proyek, perbaikan pemeliharaan jalan yang rusak, dan rencana mempekerjakan warga desa sebagai petugas K3, serta pemberian biaya pemakaman terhadap korban meninggal dunia, selamatan selama tujuh hari, dan santunan.

“Saat ini, memang warga sudah membuka sebagian jalan yang diblokir itu sehingga hanya mobil pribadi yang bisa melintas jalan itu. Adapun, untuk jenis truk belum diperbolehkan lewat hingga tujuh hari ke depan,” katanya.

Perwakilan Humas PT Wasikita Karya Pemalang-Batang Toll Road (PBTR), Joni Tea mengatakan bahwa pada intinya perusahaan telah menyepakati beberapa tuntutan yang diajukan oleh warga Desa Masin. “Tuntutan warga sudah siap kami penuhi. Bahkan, kami mendesak pada Kepala Desa Masin yang diberi kewenangan untuk membuat rencana anggaran belanja (RAB) pemeliharaan jalan agar secepatnya diajukan ke PT Waskita agar bisa secepatnya selesai,” katanya.

Kepala Proyek jalan Tol Pemalang-Batang, Supriono melalui siaran persnya mengatakan PT Waskita Karya (Persero) Tbk., menyampaikan rasa empati dan duka yang mendalam kepada korban beserta keluarga sehubungan dengan kejadian kecelakaan dump truck yang mengakibatkan jatuhnya satu orang korban jiwa, Minggu (3/12/2017). “PT Waskita Karya, juga telah berkoordinasi dengan Polres Batang menangani masalah ini. Saat ini pun sedang dilakukan investigasi secara internal maupun oleh kepolisian untuk mendapatkan data dan informasi mengenai peristiwa itu,” katanya.

Ia mengatakan atas kejadian ini, PTWaskita telah melakukan penanganan terhadap jenazah korban dan pemakaman serta santunan. “Selain itu, kami juga memproses jaminan asuransi Jasa Raharja. Manajemen PT Waskita Karya sangat menyesal atas kejadian itu dan untuk penanganan terhadap korban telah dilakukan termasuk membantu proses pemakaman,” katanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

lowongan pekerjaan
Impressions Body Care Center, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Sekaten, Ritual dan Dakwah

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (2/12/2017). Esai ini karya Muh. Fajar Shodiq, dosen Ilmu Sejarah di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah fajarshodiq70@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Awal Desember ini Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat (Keraton Solo) dan…