Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo. (M. Ferri Setiawan/JIBI/Solopos) Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. (M. Ferri Setiawan/JIBI/Solopos)
Rabu, 6 Desember 2017 21:50 WIB R. Wibisono/JIBI/Semarangpos.com Semarang Share :

Ternyata Ini Tujuan Gubernur Jateng Ramah di Twitter

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengungkapkan alasannya selalu ramah kepada warganet di media sosial Twitter.

Solopos.com, SOLO – Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo memang dikenal sebagai pemimpin daerah yang ramah, terlebih kepada warganet di media sosial Twitter. Berbagai macam keluhan hingga curahan hati warganet yang disampaikan kepadanya pun kerap ditanggapi.

Orang momor wahid di Jateng itu beralasan keramahannya di Twitter bertujuan untuk menciptakan komunikasi politik serta wadah penampung keluhan bagi warganya. “Itu [keramahan di Twitter] untuk menciptakan komunikasi politik sekaligus wadah laporan yang tepat,” ungkap gubernur Jateng tersebut saat tampil di acara Q&A yang ditayangkan Metro Tv, Rabu (6/12/2017) malam.

Politikus PDI Perjuangan tersebut mengaku hampir semua cuitan di Twitter merupakan ketikan langsung dari jarinya. “Saya kalau senggang pasti membalas tweet-tweet itu. Pernah saya ke Pati, saya nganggur mending main Twitter. Ya seperti itu setiap hari,” imbuhnya.

Menanggapi cuitan dari sejumlah warganet yang beberapa kali mencercanya, Ganjar menanggapinya secara santai. Menurutnya, kritik maupun cibiran dari warganet merupakan suatu bentuk perwujudan demokrasi.

Ganjar Pranowo mengatakan, sebagai pemimpin, kritik atau bahkan cibiran itu memang dibutuhkan. “Disanjung terus enggak asyik. Kalau ada haters kan ada sensasinya yang sekligus untuk mengingatkan kita jangan sombong. Saya bukan orang sempurna saya biasa-biasa saja,” tandas sang gubernur Jateng. (Ginanjar Saputra/JIBI/Semarangpos.com)

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

lowongan pekerjaan
Impressions Body Care Center, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Sekaten, Ritual dan Dakwah

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (2/12/2017). Esai ini karya Muh. Fajar Shodiq, dosen Ilmu Sejarah di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah fajarshodiq70@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Awal Desember ini Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat (Keraton Solo) dan…