Ilustrasi Anggaran Pendapatan dan Belanja (JIBI/Bisnis/Dok.) Ilustrasi Anggaran Pendapatan dan Belanja (JIBI/Bisnis/Dok.)
Rabu, 6 Desember 2017 11:00 WIB Danur Lambang Pristiandaru/JIBI/Solopos Solo Share :

Sumbangan PAD dari BUMD Sektor Perbankan Kota Solo Melesat

Pemkot Solo menggandeng pihak ketiga untuk mengembangkan BUMD.

Solopos.com, SOLO — Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kota Solo yang bergerak di sektor perbankan mencatatkan pertumbuhan positif selama setahun.

Data yang diperoleh dari Pemerintah Kota Solo, sumbangan pendapatan asli Daerah (PAD) dari BUMD perbankan naik dibandingkan tahun lalu. Sebagai contoh PD BPR Bank Solo menyumbang PAD senilai Rp995,3 juta atau naik sekitar Rp75 juta dari tahun lalu yakni senilai Rp920,3 juta.

Bank Jateng juga mencatatkan kontribusi positif terhadap PAD Kota Solo. Pada 2017, Bank Jateng menyumbang PAD senilai Rp15,9 miliar atau naik lima kali lipat dibandingkan 2016 yakni Rp3,9 miliar. Sementara PD BPR BKK Pasar Kliwon belum memberikan data.

Di samping itu, kontribusi dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Solo pada 2017 juga naik dibandingkan tahun lalu. PDAM Kota Solo menyumbang PAD senilai Rp2,6 miliar pada 2017 atau naik sekitar Rp200 juta dibandingkan tahun lalu yakni Rp2,4 miliar.

Kontribusi PD Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) terhadap PAD juga naik pada 2017. PAda 2017, kontibusi BUMD tersebut senilai Rp58,69 juta atau naik sekitar Rp2,7 juta dibandingkan 2016 senilai Rp55,98 juta.

Di sisi lain, kontibusi PD PPK Pedaringan Solo terhadap PAD Kota Solo justru menurun pada 2017. Kontribusi PD PPK Pedaringan PAD Kota Solo pada 2017 senilai Rp415,26 juta atau turun sekitar Rp226,6 juta dibandingkan tahun lalu yakni Rp641,89 juta.

Kepala Bagian Perekonomian Kota Solo, Danang Sulindriyanto, mengatakan untuk mengenjot kontribusi BUMD terhadap PAD, Pemkot Solo mendorong pengembangan BUMD dengan menggandeng pihak ketiga.

Sebagai contoh kertasama TSTJ dengan PT Cikal Bintang Bangsa (CBB) untuk membangun taman lampion dan tamain air. Selain itu, kompleks Pedaringan juga akan dibagun sistem pengisian bahan bakar umum (SPBU) dan convention hall.

“Itu karena [penyertaan] modal dari pemerintah kan terbatas. Kalau bisa [kerja sama] dengan pihak ketiga. Hal itu tentu ada kajian dan analisa dengan naskah akademik,” kata dia kepada wartawan di Hotel Loji Solo, Selasa (5/12/2017).

Wali Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo, mengatakan kontribusi BUMD terhadap PAD cukup baik. Dia menambahkan kontribusi BUMD terhadap PAD bukanlah tujuan utama, namun tujuan utama dari BUMD adalah memberikan pelayanan kepada warga Solo.

“Saya tidak menekankan untuk PAD, tapi menekankan pada pelayanannya. Kalau pelayanannya baik, otomatis [kontibusi terhadap] PAD juga meningkat,” kata dia.

Rudi menambahkan Pemkot Solo juga akan memberikan penyertaan modal kepada setiap BUMD tahun depan. Namun dia tidak memerinci besaran penyertaan modal yang akan diberikan.

lowongan pekerjaan
PERUSAHAAN TEKSTIL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Sekaten, Ritual dan Dakwah

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (2/12/2017). Esai ini karya Muh. Fajar Shodiq, dosen Ilmu Sejarah di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah fajarshodiq70@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Awal Desember ini Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat (Keraton Solo) dan…