Sekelompok seniman dalam aksi solidaritas untuk Kulonprogo di Tugu Jogja, Selasa (5/12/2017) malam. (Syakirina Rahmatuzahra Utami/JIBI/Harian Jogja) Sekelompok seniman dalam aksi solidaritas untuk Kulonprogo di Tugu Jogja, Selasa (5/12/2017) malam. (Syakirina Rahmatuzahra Utami/JIBI/Harian Jogja)
Rabu, 6 Desember 2017 14:40 WIB M108/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

Seniman Muda Galang Solidaritas untuk Kulonprogo

Sejumlah seniman muda tampil di Tugu Jogja.

Solopos.com, JOGJA— Sekelompok seniman muda menggelar aksi solidaritas untuk warga Kulonprogo yang menjadi korban penggusuran pembangunan New Yogyakarta International Airport (NYIA) pada Selasa (5/12/2017) malam.

Sebuah panggung budaya ditampilkan di pelataran Tugu Jogja. Sejak pukul 20.00 WIB, kawasan Tugu Jogja telah dipadati sekelompok pemuda yang ingin berpartisipasi dalam acara ini.

Digawangi beberapa seniman muda seperti Deugalih, Shoppinglist, FJ Kunting, Irfan R Darajat, Kepal SPI, Rio Satrio, Sisir Tanah, Terasering, Umar Haen dan Komunitas Perpustakaan jalanan, acara ini berlangsung lancar.

Acara dimulai pukul 20.25 WIB dengan penyampaian refleksi dan pembacaan sajak oleh Yasir Dayat, kemudian dilanjutkan dengan beberapa penampilan seni. Panggung budaya dan aksi solidaritas ini dinilai unik oleh salah satu pengunjung Siti Khoirunnisak.

“Aksi semacam ini unik, menarik dan menampilkan atmosfer yang berbeda dari aksi-aksi lainnya,” kata dia. Aksi yang hanya dipersiapkan selama beberapa jam saja ini, memang sengaja dibuat untuk menunjukkan  solidaritas terhadap kericuhan yang terjadi di Kecamatan Temon, Kulonprogo.

Baca juga : 11 Orang Ditangkap karena Menghalangi Pengosongan Lahan Bandara Kulonprogo

Tidak hanya panggung budaya, dalam aksi kali ini sekelompok seniman juga menyediakan jasa sketsa wajah yang hasilnya akan didonasikan secara penuh untuk masyarakat di Temon, Kulonprogo. Hingga pukul 22.00 WIB, aksi ini telah berhasil mengumpulkan uang senilai Rp700.000 yang akan didonasikan untuk korban kericuhan di Temon, Kulonprogo. Acara ini berakhir pukul 23.00 dengan doa bersama.

Pada Selasa, warga dan aktivis mahasiswa yang menolak pembangunan bandara Kulonprogo pecah bentrok bersama aparat polisi. Sejumlah warga terluka, belasan mahasiswa ditangkap dan kemudian dilepaskan. Warga menolak rumah mereka yang terkena lahan bandara dirobohkan paksa dengan alat berat.

lowongan pekerjaan
Salesman & Sopir, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Sekaten, Ritual dan Dakwah

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (2/12/2017). Esai ini karya Muh. Fajar Shodiq, dosen Ilmu Sejarah di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah fajarshodiq70@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Awal Desember ini Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat (Keraton Solo) dan…